KETAHUILAH WAHAI SAUDARAKU SEIMAN SEDARAH DAN SENASIB SEPERJUANGAN MENCARI RIDHO ALLAH, SESUNGGUHNYA MANUSIA TIADA SIA-SIA USAHANYA JIKA DINIATKAN DALAM BEKERJANYA UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH DAN BERPRINSIP DENGAN BISMILLAH

Rabu, 13 Juli 2011

KITAB SHAHIH AL BUKHARI

“Kitab Shahih Bhukhari”
Judul asli : Aljami’ Shahih Bhukhari
Pengarang : Al Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bhukhari
Judul terjemahan : terjemah shakhih bhukhari
Penerjemah : Achmad Sunarto Dkk.
Cetakan jilid 1-5 : tahun 1992-1993


Biografi Imam Bhukhari

Beliau lahir di Bhukhara pada hari jum’at (malam sabtu) tanggal 13 syawal 194 H. dan wafat pada hari jum’at (malam sabtu) bertepatan dengan malam idul fitri (256) dalam usia 62 tahun.
Keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh imam bukhari sudah ada sejak beliau kecil, diantaranya pada masa kanak-kanak atau tepatnya berumur sepuluh tahun dia sudah mampu menghafal dan menuliskan hadits yang beliau kumpulkan dari banyak guru.
D kalangan para ulama’ ahli hadits, beliau adalah maestro yang sangat menonjol kemampuannya dalam bidang perhaditsan. Kebiasaan-kebiasaan Al Bhukhari adalah setiap selesai shalat terawih di bulan ramadhan dia selalu mengkhatamkan sepertiga dari al quran. Dan pada saat dia belajar dan melihat sebuah kitab hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menguasai isi dari kitab tersebut, bisa dibilang hanya satu kali lihat sudah dapat menguasainya.
Disamping itu, do’a beliau juga dikabulkan oleh Allah. Karya-karya shakhihnya merupakan kitab sunah yang paling bonafid dan punya kredibilitas tinggi.
Ketika beliau meninggal dan dimakamkan, bertiuplah dari dalam kuburnya angina yang semerbak sangat harum, lebih harum daripada minyak kasturi. Hal itu berlangsung beberapa hari sampai semua penduduk negeri itu bisa membuktikannya.
Patut kita bayangkan karena beliau setiap harinya hanya memakan dua biji kacang demi mengalahkan semua hawa nafsu yang ada dalam dirinya. Disamping do’a beliau makbul, do’a ibunya juga dikabulkan oleh Allah, seperti kita ketahui Al Bhukhari semasa kecilnya sudah kehilangan penglihatan matanya. Dan pada suatu malam ibunya bermimpi ketemu dengan Nabi Ibrahim A.S. dalam mimpinya itu Nabi Ibrahim berkata kepadanya: “hai bu, Allah telah berkenan mengembalikan penglihatan mata puteramu berkat do’a yang seringkali kamu panjatkan setiap waktu”. Sejak itu Al bhukhari r.a. memang sudah bisa melihat dengan jelas.
Jumlah hadits yang ada pada kitab shahihnya ini ada yang berpendapat bahwa berjumlah tujuh ribu dua ratus tujuh puluh lima (7275)dan ada yang mengatakan bahwa jumlahnya empat ribu seratus Sembilan puluh tujuh (4197). Terkadang, Al Bhukhari memang menentang empat madzhab, namun yang jelas, sesungguhnya beliau adalah seorang mujtahid (dikutip dari sejarah Asy-Syabrakhaiti Ala Alarba’in Al Nawawiyat).

Sistematika penulisan hadits

Pada tahun 1311 M. semenjak hijrahnya Nabi saw. Sultan Al Ghazi Abdul Hamid Khan II mencetak dan menerbitkan sebuah kitab yang cukup besar dan sangat terkenal. Yaitu Shaheh al Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bhukhari ra. Yang sering disebut Shahih Bhukhari. Segala upaya telah dikerahkan untuk mengoreksi kitab tersebut supaya menjadi sebuah kitab yang cermat, terkenal dan cocok bagi orang-orang khusus dan orang-orang awam dari kalangan kaum muslimin yang berada di belahan bumi timur dan belahan bumi barat, baik yang berkebangsaan arab maupun non-arab.
Sewaktu syaikh Al Islam Al Imam Jamaluddin Muhammad Bin Malik bermigrasi dari Andalusia dan menetap di Damaskus, berbondong-bondonglah para tokoh hadits dan para hufazd datang kepadanya untuk meminta Syaik al Islam untuk bersedia menjelaskan tentang koreksi masalah-masalah yang menyangkut berbagai lafazd, riwayat Shahih Bhukhari.
Menerima permintaan yang seperti itu, beliau tidak keberatan bahkan menyambut dengan permintaan mereka dengan penuh antusias. Untuk upaya itu syaikh al Islam membentuk tujuh puluh satu majelis, menulis untuk mereka argument-argumen atau dalil yang menjelaskan dan mengoreksi segala permasalahan yang kompleks dari shahih Bhukhari.
Syaikh Al Islam memprioritaskan dalam pembenahan dari kalimat-kalimat dan kata-kata yang bisa mengandung dua atau tiga I’rab sekaligus, dari matan-matan hadits bagi siapa saja yang mempelajari hadist ini. Kitab ini juga mengadakan perbandingan dengan karyanya Al-hafidz Abu Dzar, Al Hafidz Abu Muhammad Al Ashil, dan Al Hafidz Abu Al Qasim Ad Damsyiqi, perlu diketahui bahwa kode huruf “ﺺ” adalah untuk Ashil, huruf “ش” adalah untuk Ad Damsyiqi, dan huruf “ظ” adalah untuk Abu Al Waqti.
Contoh hadits yang ada di dalam kitab Shahih Bhukhari yang ada pada bab/ kitab iman dan pada sub-bab perkara-perkara keimanan yakni hadits yang kesembilan terletak pada jilid pertama.
Dalam hadits ini langsung dipertegas dengan dasar al Qur’an yang dituliskan terjemahannya. Dan dalam bahasan perkara-perkara keimanan ini adalah Qs. Albaqarah ayat 177: “bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang di cintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”.
Dan dipertegas lagi oleh Qs.Al Mu’minin ayat 1 : “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman”.
Kesimpulan

Dalam penulisan kitab Shahih Bhukhari oleh Al Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bhukhari sangatlah banyak dari kalangan ahli hadits yang telah menelaah dan mengkajinya dengan cara meminta dari yang lebih ahli untuk mengajarinya.
Dalam kitab ini, cara pembahasan suatu masalah, setelah disuratkan satu hadits kemudian langsung diiringi oleh dalil-dalil al Qur’an yang terdiri dari lima jilid dan masing-masing bab terdiri dari satu dasar hadits dan ada yang lebih dari dua hadits atau bahkan lebih.
Tema-tema yang dibahas dalam kitab ini adalah:

Jilid I
1. kitab Iman
2. kitab ilmu
3. kitab wudlu
4. kitab mandi
5. kitab haidl
6. kitab salat
7. kitab waktu salat
8. kitab adzan
Jilid II
1. salat jum’at
2. hajji
Jillid III
1. hajji
2. puasa
3. salat terawih
4. jual beli
5. salam
6. syuf’ah
7. ijarah
8. wakalah
9. bab tentang berladang dan bercocok tanam
10. siraman
11. masalah hutang
12. bab tentang perselisihan
13. luqathah
14. perbuatan-perbuatan zdalim
15. syirkah dalam makanan dan benda-benda lainnya dengan berbagai persoalannya
16. gadai
17. memerdekakan budak
18. hibbah
19. syahadat
20. perdamaian
21. syarat


Jilid IV
1. wasiat
2. jihad
3. permulaan makhluk
4. manaqib
Jilid V
1. keutamaan sahabat nabi
2. perang

Tidak ada komentar: