KETAHUILAH WAHAI SAUDARAKU SEIMAN SEDARAH DAN SENASIB SEPERJUANGAN MENCARI RIDHO ALLAH, SESUNGGUHNYA MANUSIA TIADA SIA-SIA USAHANYA JIKA DINIATKAN DALAM BEKERJANYA UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH DAN BERPRINSIP DENGAN BISMILLAH

Rabu, 01 Juni 2011

Tekhnik Mendisiplinkan Siswa dalam Belajar

PENDAHULUAN


Guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam arti khusus dapat dikatakan bahwa setiap guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks didalam proses belajar mengajar, dalam usahanya untuk mengantarkan siswa ke taraf yang dicita-citakan.
Sedagkan Disiplin tidak merupakan suatu yang datang dari luar, akan tetapi merupakan aturan yang datang dari dalam dirinya sebagai suatu hal yang wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin diri sendiri hanya akan tumbuh dalam satu suasana dimana diantara guru dan para siswa terjalin sifat persahabatan yang berakar pada dasar saling menghormati dan saling percaya.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan pokok permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana strategi guru mendisiplinkan siswa dalam proses belajar ”.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Arti kata disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin disini bsa dibilang taat dengan semua aturan yang sudah disediakan, dan apabila dikaitkan dengan disiplin siswa adalah sikap siswa yang taat terhadap suatu peraturan dengan kesadaran sendiri untuk terciptanya tujuaan peraturan itu. Maka dari itu, kedisiplinan tidak bisa ditanamkan secara otoritas oleh orang lain atau seorang guru kepada siswa, akan tetapi harus ada kesadaran sendiri dan unsur kepercayaan dari seorang guru atau secara umumnya masyarakat.
B. Masalah-masalah yang ada
Tindakan siswa yang disiplin maupun indisiplin itu tidak lepas dari pengaruh-pengaruh, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Dan tindakan-tindakan disiplin itu tidak akan diperoleh secara spontan, tetapi adalah butuh proses yang tidak bisa dilakukan sendiri tetapi membutuhkan lingkungannya yang sangat mendukung.
Ada beberapa penyebab perilaku siswa yang indisiplin, diantaranya sebagai berikut:
a. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh guru.
b. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh sekolah.
Kondisi sekolah yang kurang menyenangkan, kurang teratur, dan lain-lain dapat menyebabkan perilaku yang kurang atau tidak disiplin.
c. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh siswa, siswa yang berasal dari keluarga yang broken home.
d. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum.
kurikulum yang tidak terlalu kaku, tidak atau kurang fleksibel, terlalu dipaksakan dan lain-lain bisa menimbulkan perilaku yang tidak disiplin, dalam proses belajar mengajar pada khususnya dan dalam proses pendidikan pada umumnya.
Betapa banyaknya penyebab-penyebab sikap indisiplin, yang kesemua itu tidak hanya dipengaruhi oleh satu aspek saja, tapi banyak, diantaranya ada aspek dari guru, pihak sekolah, dari keluarga dan dari kurikulum pendidikan itu sendiri. Dan apabila kita ingin menciptakan suasana yang disiplin, maka kita juga harus melibatkan dari beberapa aspek tadi.
Permasalahan yang sering kita lihat adalah ketika seorang guru kesulitan dalam melaksanakan disiplin kelas langsung memarahi dan memberikan cap negatif atau kurang sopan kepada siswanya dan bahkan sering membanding-bandingkan dengan kelas lain.
C. Tekhnik mendisiplinkan siswa
Guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga professional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam arti khusus dapat dikatakan bahwa setiap guru itu terletak tanggung jawab untuk membawa para siswanya pada suatu kedewasaan atau taraf kematangan tertentu. Berkaitan dengan ini maka sebenarnya guru memiliki peranan yang unik dan sangat kompleks didalam proses belajar mengajar, dalam usahanya untuk mengantarkan siswa ke taraf yang dicita-citakan. Oleh karena itu setiap rencana kegiatan guru harus didudukkan dan dibenarkan semata-mata kepentingan anak didik, sesuai dengan profesi dan tanggung jawabnya.
Namun apa yang guru lakukan bila mendapati siswa nya berbuat sesuatu yang mengganggu jalannya pembelajaran di kelas. Apabila guru hanya berpikir mengatasinya dengan cara mendisiplinkan siswa maka hal-hal yang berbau menghukum akan terjadi. Dengan demikian terlihat sekali hubungan antara menghukum dan mendisiplinkan siswa. Untuk kasus siswa yang mengganggu jalannya pembelajaran di kelas, banyak hal yang guru akan lakukan. Dari membentak sampai melakukan tindakan yang bersifat hukuman fisik. Hukuman fisik inilah yang terkadang menjerumuskan guru menuju tindakan kekerasan kepada siswa.
Disiplin diri sendiri hanya akan tumbuh dalam satu suasana dimana diantara guru dan para siswa terjalin sifat persahabatan yang berakar pada dasar saling menghormati dan saling percaya mempercayai. Siswa dalam proses belajar mengajar dapat dianggap sebagai seorang individu dalam suatu masyarakat kecil yaitu masyarakat sekolah. Pembiasaan yang baik di sekolah dalam bentuk tata tertib sekolah yang disetujui dan diterima bersama oleh sekolah dan siswa dengan penuh kesadaran. Dengan begitu, tata tertib akan membawa masyarakat sekolah (siswa) kearah yang lebih menguntungkan. Dengan demikian dalam proses belajar mengajar senantiasa dibutuhkan situasi dan kondisi yang aman, tertib, sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan tenang dan pada akhirnya berhubungan positif dengan peningkatan prestasi belajar siswa, yang salah satu asumsi pokoknya dalam pendidikan adalah tinggi rendahnya hasil belajar siswa di sekolah.
Pembagian disiplin ada dua, yaitu disiplin preventif dan korektif. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.
Lucien B. Kenny memberikan langkah-langkah dalam pembinaan kelas oleh seorang guru, diantaranya adalah:
a. Mengadakan perencanaan secara kooperatif dengan murid-murid.
b. Mengembangkan kepemimpinan dan tanggungjawab pada diri murid-murid
c. Membina organisasi dan prosedur kelas secara demokratis.
d. Mmeberi kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan dan bekerjasama.
e. Memberi kesempatan untuk berdiri sendiri, berpikir kritis terutama dalam mengungkapkan pendapat.
Dalam beberapa pengembangan sikap diatas, harus memperhatikan pula perbedaan individual murid dalam kesanggupan mawas diri dan pengendalaian dirinya.
Jadi dapat kita simpulkan dari beberapa sikap yang berhubungan dengan permasalahan di atas, seorang guru harus mampu menumbuhkan disiplin dalam diri siswa, terutama disiplin diri. Dalam kaitan ini, guru harus mampu melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Membantu siswa mengembangkan pola perilaku untuk dirinya.
Setiap siswa berasal dari latar belakang yang berbeda, mempunyai karakteristik yang berbeda dan kemampuan yang berbeda pula, dalam kaitan ini guru harus mampu melayani berbagai perbedaan tersebut agar setiap siswa dapat menemukan jati dirinya dan mengembangkan dirinya secara optimal.
b. Membantu siswa meningkatkan standar prilakunya karena siswa berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, jelas mereka akan memiliki standard prilaku tinggi, bahkan ada yang mempunyai standard prilaku yang sangat rendah. Hal tersebut harus dapat diantisipasi oleh setiap guru dan berusaha meningkatkannya, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam pergaulan pada umumnya.
c. Menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat.


BAB III
PENUTUP

Maslah disiplin kelas adalah masalah yang gampang-gampang sulit bagi seorang guru dalam melaksanakan pembelajarannya, namun sikap disiplin ini harus tetap dilakukan demi terwujudnya pembelajaran yang sukses seperti tujuan pendidikan itu sendiri. Dalampelaksaannya banyak dari guru yang mengalami kesulitan, kadang-kadang guru sampai marah-marah disaat siswanya berlaku indisiplin. Bahkan ada seorang guru yang menghukum siswanya gara-gara indisiplin.
Disini seorang guru dituntut menjadi tenaga yang profesional dalam mengakkan skap disiplin. Mulai dari mencari asal-usulnya masalah yang membuat tidak disiplin, sampai ke penyelesai-annya harus tepat sehingga tidak menjadikan siswanya tertekan atau memberontak.
Ketika sikap tegas dari seorang guru diperlukan untuk menghukum siswanya, maka harus ingat tentang teori menghukum itu sendiri, yaitu: menghukum karena anak bersalah dan menghukum supaya anak tidak mengulangi kesalahannya lagi.
Adapun syarat-syarat menghukum, diantaranya:
a. hukuman harus selaras dengan kesalahanya.
b. Hukuman harus adil.
c. Hukuman harus segera dilaksanakan, agar anak dapat menyadari kesalahannya.
d. Hukuman harus sesuai juga dengan umur anak.
e. Hukuman harus disertai dengan keterangan yang jelas.
f. Hukuman hendaknya dihindari disaat kita marah, dan hendaknya hukuman badan itu dihindari.

Pengalaman Perjalanan Haji

Hasil Wawancara dengan bapak haji sumeri seorang pns pengurus masjid sunan kalijaga polres salatiga, tanggal 15 dan 17 januari 2011.

1. NIAT
a. Bapak sumeri telah mempunyai niat berhaji sejak masih bujangan yaitu sejak tahun 1982 dan ketika itu beliau baru pergi merantau ke Jakarta, tepatnya setelah selesai melaksanakan shalat jum’at. Dan akhirnya tahun 1996 beliau bisa menunaikan ibadah haji sendiri belum sama anak istrinya.
b.Yang mendasari beliau untuk ibadah haji adalah untuk menyempurnakan rukun islamnya.
c. orang-orang yang sangat memotivasi didalam niatnya menunaikan ibadah haji adalah anaknya Siti Aniatus Zuhria dan istri tercintanya.
2. JALAN/ UPAYA/ STRATEGI
a. Strategi Bapak Haji Sumeri untuk melaksanakan ibadah haji adalah dengan menabung di Bank BRI blok M Jakarta sejak masih bujang. Dan beliau juga tidak lupa memberikan sedekah dari gaji hasil kerjanya.
3. MANASIK HAJI
a) Dalam melaksanakan manasik hajinya, beliau mengikuti polri (BAKU ABRI) yang jumlahnya saat itu adalah 499 orang, sesuai dengan pekerjaannya.
b) Dalam pelaksanaan manasik haji, beliau berpendapat bahwa sudah banyak memberikan gambaran karena ada prakteknya juga.
c) Dalam pelaksanaan manasik haji saat itu, dibentuklah ketua kelompok yang jumlahnya masing-masing kelompok adalah 10 orang dan dibentuk lagi karom (ketua rombongan) yang jumlahnya ada 52 anggota yaitu masing-masing bus.
d) Terhadap orang-orang/ keluarga yang sudah melaksanakan ibadah haji adalah minta doa dan saran-saran yang bisa diberikan.
4. MENGEPAK KOPER BESAR
 Isi dari koper besarnya adalah sesuai dengan petunjuk pada buku kesehatan yang telah beliau dapat, yaitu obat-obat ringan seperti balsam, pakaian ihram 2 pasang, pakaian muslim 2 pasang berwarna putih-putih, peci hitam, sandal jepit 2 pasang, tali raffia, paku, palu, dan uang saku sejumlah Rp. 500.000.
 Cara mengepak kopernya adalah dengan menaruh surat-surat seperti foto copy bukti pembayaran ONH dan uang sakunya berada dibagian dibawah tasnya baru diatasnya dikasih baju dan sebagainya tadi.
 Dalam penandaan koper itu sudah disediakan sama petugasnya yaitu dengan kain pembungkus tas yang sudah diberi nama orangnya, alamat dan nomer kelompok terbangnya.
5. HAL-HAL YANG DILAKUKAN KEPADA ORANG TUA, SAUDARA YANG SUDAH MENINGGAL.
 Orang tua kandung dari bapak Sumeri sudah meninggal sejak beliau masih kecil. Dan tentunya, beliau melakukan ziarah kepada makam beliau sebelum berangkat ke tanah suci.
6. KUNJUNGAN KELUARGA, MASYARAKAT DAN KOLEGA
a) Dalam acara kunjungan para keluarga, beliau (Pak Haji Sumeri) memberikan suguhan atau hidangan.
b) Karena niat beliau adalah tasyakuran dan pamitan dengan minta doa dari masing-masing saudara yang hadir.
c) Yang dilisankan beliau adalah mohon doa restu menjelang keberangkatannya.
7. WALIMATUS SAFAR
1. Beliau mengadakan walimatus shafar yang bertempat di musholla brimob kelapa 2 RT 01 RW 04 kesatrian anjiantak kelapa 2 kec. Cimanggis bogor.
2. Mengadakan walimatus shafar karena bapak Sumeri ingin meminta doa kepada semua masyarakat.
3. Isi kegiatannya, mulai ada pembukaan, dan sampai penutup, dan diantara-antara sambutan, ada sambutan dari kombesnya dan dihadiri oleh jendral-jendral saat itu. Dan ada acara pengajiannya juga.
4. Yang disampaikan kepada hadirin adalah ucapan minta doa, dan mendoakan juga kepada yang hadir. Yang belum pernah berangkat haji, segera diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Dan beliau diberi keselamatan dalam melaksanakan ibadah haji.
8. PESAN YANG DISAMPAIKAN
• Yang disampaikan kepada keluarga dirumah adalah meminta doa.
• Memberikan pesan itu penting karena sebagai kepala keluarga, dia akan meninggalkannya dalam beberapa hari mendatang.
• Anak dan istrinya bapak Sumeri tidak dititipkan kepada siapapun, karena sudah dianggap mampu menjaga diri mereka sendiri.
9. MALAM PEMBERANGKATAN
 Yang disiapkan pada malam pemberangkatan adalah mempersiapkan tas kecil beserta isinya, menenangkan diri, banyak berdoa, shalat sunah/ tahajud, hajad.
 Perasannya sudah senang sekali karena sudah akan berangkat.
10. PAGI/ SIANG/ SORE/ MENJELANG PEMBERANGKATAN
 Yang dilakukan adalah pamitan dengan keluarga, dengan salam-salaman dan ketika menjelang berangkat, beliau melakukan shalat sunah.
 Perasaannya senang karena akan segera melaksanakan ibadah haji
 Yang ada dalam fikirannya adalah sudah terbayang-bayang dengan kegiatan-kegiatan beribadah di tanah haram sana yang sudah terbayang dari pelaksanaan manasik haji.
11. UPACARA PEMBERANGKATAN DI RUMAH
 Manual acaranya, pembukaan terus membaca surat al fatihah, shalawat, mengumandangkan adzan, kemudian bapak Sumeri langsung berangkat.
 Yang dilakukan dengan saudara-saudara adalah bersalam-salaman.
 Tidak ada ritual khusus yang dilakukannya.
12. DI KANTOR KABUPATEN
 Perjalanan pak Sumeri setelah dari rumah/ tempat asrama brimob, dia langsung bersama-sama naik bus bersama rombongan dari BAKU ABRI dan tidak mampir ke kabupaten, tapi langsung menuju ke asrama haji pondok gede.
13. DI ATAS BUS MENUJU ASRAMA HAJI
1) Dalam bus, kegiatan yang dilakukan adalah memperbanyak membaca talbiyah.
2) Tidak ada pihak keluarga yang menyertai pak Sumeri sampai ke asrama haji, karena tidak ada keluarga di Jakarta, hanya anak dan istri saja yang sudah perpisahan di rumah.
3) Perasaannya semakin semangat.
14. DI ASRAMA HAJI
1) Yang dilakukan adalah diperiksa semua kelengkapan dari para calon jamaah haji..
2) Perasaannya adalah senang karena beliau akan melakukan ibadah yang sudah di cita-cita kan sejak lama.
3) Yang dipesankan oleh kementerian adalah doa untuk para calon jamaah haji, semoga menjadi haji mabrur dan selamat sampai pulang lagi.
15. DI ATAS BUS MENUJU BANDARA
 Di dalam bus adalah memperbanyak memperbanyak membaca talbiyah
 Perasaannya adalah senang karena beliau akan melakukan ibadah yang sudah di cita-cita kan sejak lama.
 Keluarga tidak menghubungi lewat telephon cellular.
16. DI BANDARA
 Setelah melalui pemeriksaan dari petugas bandara, beliau menunggu naik pesawat karena beliau menunggu yang tua-tua masuk terlebih dahulu.
 Sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan pada manasik, jadi beliau merasa biasa saja terhadap ruang control yang ada sesuai dengan petunjuk.
17. DI ATAS PESAWAT
1) Yang beliau lakukan adalah mengumandangkan adzan karena ketika ada salah seorang yang tidak dia kenal, tapi menyebut namanya untuk mengumandangkan adzan dan shalat dzuhur berjamaah di pesawat.
18. DI BANDARA KING ABDUL AZIZ JEDDAH
 Setelah mengalami pemeriksaan dari pihak bandara, barang-barang di usung ke grobak untuk diangkut menuju bus.
 Yang dirasakan adalah seneng.
19. DI ATAS BUS MENUJU MEKKAH/ MADINAH
1. Inti dari doa beliau adalah ucap salam karena datang didaerah orang lain. Dan minta selamat kepada Allah dalam melaksanakan ibadah hajinya.
2. Yang dirasakan itu senang terus dan mengagumi atas nikmat Allah yang sangat terasa.
3. Pengalaman yang menarik adalah melihat dan menikmati akrabnya para jamaah haji yang merasa senasib dan sama-sama mengharapkan menjadi haji mabrur.
4. Yang beliau fikirkan adalah nikmat Allah yang sungguh luas biasa, yang ada hanyalah rasa syukur.
20. DI MADINAH
 Yang dirasakan waktu pertama kali menginjakkan kaki di Madinah adalah nikmat Allah yang sungguh luar biasa terasa kedamaian dalam hati.
 Yang dilakukan ketika sampai di maktab adalah Cuma menaruh tas saja lalu langsung pergi masuk dalam masjid Nabawi.
 Yang ingin beliau lihat adalah roudhoh.
 Dalam urusan makan, beliau sudah ikut program makan yang catering, jadi tidak pusing-pusing mencari makanan yang akan dimakan.
 Dalam perjalanan di Madinah, beliau tidak takut tersesat atau terpisah dari kelompoknya, karena beliau percaya terhadap kuasa Allah yang akan menolongnya.
 Tempat yang paling berkesan bagi beliau adalah roudhoh.
 Yang dilakukan saat pertama kali masuk nabawi adalah mandi, wudlu, shalat tahiyatal masjid, lalu bertanya tentang roudhoh.
 Yang dilakukan dalam masjid nabawi adalah sujud syukur dan ziarah ke makan Nabi Muhammad SAW.
 Dalam berziarah, beliau tidak menggunakan strategi apapun, karena beliau saat masuk masjid dan berziarah kebetulan terus dalam keadaan yang sepi. Dan ziarahnya pasti dilakukan setelah beliau melakukan shalat tahiyatal masjid.
 Waktu berziarah yang beliau ambil adalah setiap tidak ada kegiatan lain, pasti beliau sempatkan untuk berziarah dan shalat jamaah yang selalu di masjid.
 Yang dilakukan dalam roudhoh adalah berdoa-berdoa (tahlil) untuk Nabi dan merenungi atas nikmat-nikmat Allah.
 Waktu yang dibutuhkan beliau untuk berdiam diri di roudhoh adalah sesampainya beliau merasa capek duduk, karena beliau merasa tenang ketika berada dimasjid Nabawi dan roudhoh.
 Perasaan yang ada adalah sungguh agungnya Allah dan rasulnya Muhammad yang dari makamnya saja udah sangat berbeda dengan makam-makam yang lainnya.
 Pengalaman spiritual, beliau merasa bahwa pertolongan Allah itu sangat terasa, yang beliau itu merasa mudah dalam menjalankan sesuatu dinegara orang itu.
 Terhadap kubah yang membuka dan menutup, dan terhadap paying-payung besar di depan masjid nabawi yang membuka dan menutup secara otomatis, perasaan beliau adalah biasa saja karena beliau mempunyai fikiran, semua itu ada yang menjalankannya yaitu melalui program remote control.
 Kesan terhadap desain interior masjid adalah mewah banget karena sebagian interiornya terbuat dari emas dan semua itu terjaga.
 Terhadap kubah yang membuka dan menutup, tidak berpengaruh dalam pelaksanaan shalat beliau, dan perasaan beliau adalah shalatnya bisa menjadilebih khusu’.
 Tidak ada upaya yang special untuk mencapai shalat arbain, karena maktab beliau dekat dengan masjid nabawi, makanya beliau selalu melaksanakan ibadah shalatnya didalam masjid, baik yang sunah dan yang wajib.
 Selama perjalanan, beliau tidak pernah kehilangan barang apapun.
 Beliau selalu melakukan shalat dimasjid dan mengambil posisi ditengah-tengah masjid/ dibelakang imam. Karena beliau punya harapan, beliau akan ditempatkan oleh Allah diposisi tengah-tengah, yaitu, dekat dengan ka’bah dan nantinya di tengah-tengah surga.
 Dalam memasuki masjid nabawi, kebetulan masjidnya tidak penuh terus, jadinya, tidak memerlukan strategi yang khusus.
 Prinsip yang dipegang dalam menuju toilet adalah tidak pernah bingung dan takut tersesat ataupun kehilangan karena, beliau sudah percaya terhadap Allah dan mempunyai prinsip bertanya kepada petugas yang memakai pakaian askar apabila terjadi sesuatu.
 Kesan yang timbul dalam benak beliau ketika melihat masjid nabawi adalah keagungan Allah yang telah merawat masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad itu, dan dengan mewahnya masjid itu berdiri tegak di kota Madinah.
 Yang dilakukan oleh beliau ketika akan melakukan masjid Nabawi adalah ziarah dimakam Rasulullah dan shalat sunah.
 Pesan yang disampaikan kepada saudara yang akan menunaikan ibadah haji adalah tetap ingat kuasa Allah jangan kaget dengan segala keagungan Allah yang terlihat di masjid nabawi.
 Tempat yang paling berkesan didalam masjid nabawi adalah makan rasul.
 Pengalaman menarik dimasjid nabawi adalah saat beliau pertama kali masuk dan sendiri tanpa rombongannya, beliau disambut oleh petugas dan beliau langsung bertanya tenang posisi makam rasulullah. Disitu, beliau tidak faham sepenuhnya dengan bahasa petugas tadi, tapi beliau mengerti dengan maksudnya.
 Ketika didepan makam baqi’ beliau berdoa kepada mereka.
 Perasaannya ketika didepan makam baqi’ adalah merasakan bedanya antara makan di Madinah dengan makam yang ada di Indonesia.
 Cara beliau dalam memilih tempat-tempat ziarah di Madinah adalah mencari yang terdekat dan sebisanya saja yang sekiranya bisa dijangkau.
 Yang dilakukan dalam mengunjungi tempat-tempat ziarah adalah selalu berdoa dan dan ingat akan kehidupan yang akan dating yaitu alam kubur.
 Bapak Sumeri tidak melakukan belanja kecuali membeli kaset nurottal al Quran dan mushaf al Quran di tempat percetakan al Quran secara langsung dan saat itu kira-kira waktunya adalah pagi jam delapanan.
 Dalam pemanfaatan air zam-zam, adalah ketika beliau merasa sudah merasa haus karena sudah disediakan oleh pemerintahan sana yang berada didalam masjid nabawi.
 Beliau meminum air zam-zam secara tidakberlebihan atau secukupnya saja.
21. PACKING/ MENGEPAK BARANG MENUJU MEKKAH MADINAH
 Prinsipnya adalah tetap mengecek barang-barangnya dan mengunci kopernya.
 Waktu packing adalah malam dan ketika ada waktu senggang dari pelaksanaan ibadah wajib dan sunah. Karena niat beliau ke mekkah madinah adalah untuk beribadah.
 Dalam packing, barang-barangnya masih seperti yang dibawa dari rumah dan dan di packing lagi.
22. DIATAS BUS MENUJU MEKKAH MADINAH
 Yang ada dalam fikiran pak Sumeri adalah ka’bah.
 Yang dirasakan saat mau meninggalkan Makkah/ Madinah adalah senang karena sudah menjalankan ibadah haji.
 Yang menjadi harapan ketika akan meninggalkan Mekkah/ Madinah adalah ingin kapan-kapan kembali lagi ke tanah suci lagi, melaksanakan haji dan ziarah ke makam rasulullah lagi.
23. JIKA BAPAK TERMASUK DALAM GELOMBANG PERTAMA.
 Shalat yang dilakukan adalah sholat tahiyatul masjid, dan shalat sunah mutlak.
 Perasaannya selalu bahagia karena niat beliau untuk beribadah di tanah haram terwujud.
 Karena beliau haji tamatu’ maka beliau melaksanakan niat untuk umroh terlebih dahulu. Dan hanya untuk beribadah kepada Allah.
 Perasaannya, seneng, semangat, dan mempunyai fikiran kapan beliau akan kembali lagi ke tanah haram ini.
 Kesannya adalah, nikmat Allah yang telah menyatukan banyak orang-orang muslim diseluruh dunia yang melaksanakan haji, berpakaian yang sama.
 Dan tidak ada pengalaman yang menarik.
24. PERJALANAN MENUJU MEKKAH.
 Doa yang dibaca beliau lafalkan adalah bahasa arab yang intinya adalah minta selamat, tidak ada gangguan dari awal pelaksanaan ibadah haji sampai dengan selesai.
 Perbedaanny adalah melewati tanah-tanah yang begitu tandus yang tidak ada di Indonesia, dan jarak rumah yang satu dengan yang lain itu jauh-jauh.
 Kesannya adalah beliau bersyukur karena tidak ada halangan sesuatupun dari awal pelaksanaan sampai waktu itu.
25. DI MEKKAH
 Yang dilakukan beliau setelah sampai di depan masjidil haram adalah masuk lewat pintu “babus salam” dan langsung mendekat ka’bah untuk melaksanakan thawaf sebagai pengganti tahiyatal masjid.
 Perasaan ketika melihat ka’bah adalah kagum dengan kuasa Allah yang membangun ka’bah dengan bentuk yang besar, tinggi, dan hanya dari batu bata saja.
 Yang dilakukan dalam masjidil haram selain salat adalah tawaf, memanfaatkan air zam-zam (minum), mencium hajar aswad, berdoa.
 Perasaan yang dirasakan ketika melihat orang bertowaf adalah semua orang berduyun-duyun melakukan hal yang intinya sama yaitu adalah mendekat dengan ka’bah.
 Perasaan yang dirasakan ketika sedang bertowaf pertama kali adalah senang karena selama bertowaf beliau bisa dekat terus dengan ka’bah dan mencium hajar aswad dengan baik.
 Strategi yang dilakukan dalam bertowaf adalah selalu berdoa kepada Allah untuk melancarkan semua kegiatan thowafnya, baik dari kanan, kiri, depan dan belakang dengan desak-desakan orang lain lain dan selalu dekat dengan ka’bah.
 Setiap masuk masjidil haram, maka beliau melakukan thawaf karena sebagai pengganti shalat tahiyatal masjid.
 Strateginya untuk melakukan shalat didalam hijir ismail adalah berjalan memutar dari thowaf yang selalu berdekatan dengan ka’bah sehingga mudah dalam menuju hijr ismail.
 Yang menjadi strategi untuk salat di dekat maqam Ibrahim adalah sama dengan strategi diatas.
 Strateginya sama dengan diatas, dalam mencium hajar aswad.
 Prinsipnya adalah beribadah kepada Allah dan selalu dekat dengan ka’bah.
26. DI JEDDAH/ MADINATUL HUJJAJ
 Yang Dilakukan Diantaranya Adalah istirahat, makan, ada kegiatan survey tempat-tempat yang akan dikunjungi, seperti arafah, muzdalifah, dan mina.
27. DIBANDARA KING ABDUL AZIZ
 Yang dilakukan adalah dapat air zam-zam, pemeriksaan dari petugas LPHI terhadap jumlah rombongannya, dan pemeriksaan surat-surat.
28. DIPESAWAT
 Yang dilakukan adalah istirahat dann banyak berdoa supaya diberi keselamatan dan menjadi haji mabrur.
29. DI KABUPATEN
 Mencari barang-barang bawaannya masing-masing dan bertemu keluarga yang sudah menjemputnya.
30. DI RUMAH
 Sebelum masuk rumah, beliau masuk masjid dekat tempat tinggalnya, lalu shalat tahiyatal masjid dan sujud syukur.







Hasil wawancara dengan Bapak Haji Djohan Noor pada tanggal 19 Januari 2011.

1. NIAT
a. niatnya adalah sejak beliau bekerja dan ketika itu setelah lulus SMK.
b. yang mendasari niatnya adalah melakukan rukun islam yang ke-5.
c. motivasi dari diri sendiri.
2. JALAN/ UPAYA/ STRATEG
 Strateginya adalah dengan menabung di Bank. Tidak ada tabungan emas dan tidak ada pula tabungan beli tanah.
3. MANASIK HAJI
 Beliau mengikuti manasik dengan Departemen Agama (DEPAG)
 Dalam manasik, beliau belum begitu jelas. dan prinsip beliau, yang penting kenal dengan teman satu rombongannya.
e) Dalam mengikuti manasik, beliau jarang berangkat karena beliau juga sibuk bekeja.
f) Beliau minta doa kepada kerabat yang sudah melaksanakan haji supaya haji beliau bisa berjalan dengan lancar dan mabrur.
4. MENGEPAK KOPER BESAR
 Isi koper beliau adalah pakaian ganti secukupnya, buku manasik, perlengkapan haji, serta beliau juga membawa sedikit makanan.
 1. Memasukkan perlengkapan haji, 2. Pakaian ganti, 3. Buku manasik, 4. Bekal makanan.
 Tanda dalam kopernya yaitu, Nama, foto, Cloter, rombongan, tanda khusus untuk rombongan beliau yaitu pita.
5. HAL-HAL YANG DILAKUKAN KEPADA ORANG TUA, SAUDARA YANG SUDAH MENINGGAL.
 Bapak Djohan setalah shalat selalu mendoakan saudara-saudaranya yang sudah meninggal.
6. KUNJUNGAN KELUARGA, MASYARAKAT DAN KOLEGA
 Pak Djohan memberi hidangan kepada para keluarga, masyarakat, yang datang.
 Pak Djohan member hidangan karena itu karena mengikuti sunah rasul untuk memulyakan tamu, bukan megah-megahan.
 Yang disampaikan beliau kepada para tamu yang hadir adalah permohonan maaf dan do’a semoga haji beliau berjalan dengan lancar dan mabrur.
7. WALIMATUS SAFAR
 Ya. Beliau mengadakan walimatus shafar.
 Beliau mengadakannya karena beliau mempunyai tujuan untuk memohon do’a kepada para tamu yang hadir dan untuk memohon maaf selama beliau bermasyarakat ada kesalahan.
 Bentuk kegiatannya adalah pengajian yang ada tausiyahnya mengenai gambaran selama haji.
 Yang disampaikan Beliau adalah permohonan do’a dan maaf. Beliau juga mendo’akan semoga para tamu kelak juga diberi kesempatan untuk naik haji.
8. PESAN YANG DISAMPAIKAN
• Yang dipesankan Pak Djohan kepada anak-anaknya mengenai tanggungan-tanggungan beliau (hutang) dan menyampaikan juga apa-apa (harta) yang beliau punya.
• Penting. Alasan Beliau menyampaikan semua itu supaya ketika ada apa yang terjadi dengan beliau dan istrinya anak-anak bisa melunasi utangnya dan para anaknya juga tidak berebut warisan.
• Beliau mempercayakan anak-anak beliau kepada semua yang ada di rumah untuk merawatnya..
9. MALAM PEMBERANGKATAN
 Memperbanyak do’a dan juga menjaga kondisi untuk menempuh perjalanan jauh
 Beliau senang tapi juga harap-harap cemas karena beliau akan menempuh perjalanan jauh dan belum tahu situasi di mekah.
10. PAGI/ SIANG/ SORE/ MENJELANG PEMBERANGKATAN
 Pak Djohan tidak banyak aktifitas karena untuk menjaga kondisi, dan lebih banyak berkumpul dengan sanak saudara.
 Beliau sangat senang tapi juga deg-degan.
 Yang difikirkan adalah tentang kondisi yang ada di mekkah.
11. UPACARA PEMBERANGKATAN DI RUMAH
 Tidak ada acara apa-apa, Cuma pamitan samak saudara dan langsung berangkat.
 Yang dilakukan beliau adalah berpamitan dengan bersalaman dan berpelukan sambil mengucapkan permohonan do’a.
 Tidak ada ritual khusus tapi. sebelum berangkat beliau melakukan shalat sunnah 2 reka’at (shalat sunnah shafar).
12. DI KANTOR KABUPATEN
 Beliau berkumpul dengan para calon haji lain yang akan berangkat.
 Masih ada saudara yang menemani beliau yaitu dua orang saudaranya.
 Beliau tidak melakukan apapun terhadap saudaranya kecuali minta doanya.
 Perasaannya sangat haru karena akan segera berpisah.
13. DI ATAS BUS MENUJU ASRAMA HAJI
 Yang dilakukan dalam bus adalah banyak membaca buku manasik, memperbanyak do’a dan juga ngobrol dengan sebelahnya.
 Tidak ada saudaranya yang menemani beliau, sudah tidak boleh.
 Perasaannya senang dan haru.
14. DI ASRAMA HAJI
4) Yang dilakukan beliau adalah menyelesaikan administrasi, memeriksa perlengkapan dan juga chek kesehatan lagi.
5) Selama di asrama beliau senang, sudah mandiri, tidak merasa terbebani.
6) Pesan dari kementerian adalah supaya menaati segala peraturan yang ada.
15. DI ATAS BUS MENUJU BANDARA
 Memperbanyak do’a juga membaca buku manasik
 Perasaannya sangat senang sekali karena akan segera bisa melukukan ibadah haji.
 Beliau tidak berhungan lewat telephon karena beliau ingin focus beribadah..
16. DI BANDARA
 Bus langsung mengantarkan ke pesawat, turun dari bus lansung naik pesawat.
 beliau menaati dengan baik larangan-larangan yang ada.
17. DI ATAS PESAWAT
 Selama di pesawat beliau memperhatikan dan menaati peraturan-peraturan yang berlaku.
18. DI BANDARA KING ABDUL AZIZ JEDDAH
 Sesampai di bandara King Abdul Aziz beliau mengikuti pemandu atau ketua kloter.
 Beliau sangat senang sekali karena sudah sampai, di bandara King Abdul Aziz.
19. DI ATAS BUS MENUJU MEKKAH/ MADINAH
 Ketika akan memasuki kota Mekah beliau dan rombonga membaca do’a yang dipimpin oleh ketua rombongan.
 Beliau sangat senang sekali.
 Tidak ada pengalaman yang menarik.
 Yang beliau fikirkan adalah biasa saja karena sudah sejak dari rumah, fikirannya sudah terbayang-bayang dengan kondisi yang ada di daerah gurun pasir.
20. DI MADINAH
I. Sesampai di kota Madinah
 Beliau kagum dengan infrastruktur yang ada.
 Ketika sampai di hotel beliau tidak melakukan banyak hal karena harus segera persiapan ke masjid.
 Yang ingin segera beliau lihat adalah masjid Nabawi.
 Beliau memakan makanan yang sudah disediakan oleh panitia, tapi, kalau beliau merasa bosan belia membeli sendiri di luar.
 Beliau tidak selalu bersama dengan kelompoknya, karena dari rombongannya ada yang malas-malasan dan beliau tidak ingin seperti mereka karena ingin memanfaatkan kesempatan selama di sana untuk beribadah.
 Pernah rombongan beliau tersasat, kemudian bertanya kepada orang yang ada dengan menunjukkan Id card dan dengan bahasa isyarat.
 Beliau tidak pernah tersesat.
 Tempat yang berkesan adalah makam Rasulullah dan masjid yang sangat luas.

II. Di Masjid Nabawi
 Beliau melakukan shalat sunnah.
 Di masjid beliau melakukan tadarus, dan jalan-jalan untuk melihat-lihat bagian-bagian dari masjid.
 Strategi beliau untuk bisa berziarah ke makam Rasulullah adalah mencari waktu yang agak longgar
 Ketika waktu shalat Dhuha, dan antara waktu shalat ashar dan maghrib karena biasanya waktunya sedikit longgar.
 Di dalam makam Rasul beliau berdo’a walaupun beliau dengan kondisi berdiri.
 Belaiu tidak lama karena banyak yang mengantre.
 Beliau sangat kagum melihat sekitarnya.
 Tidak ada pengalaman batin spiritual yang beliau dapat di situ
 Melihat kubah yang bisa membuka sendiri beliau sangat takjub dengan teknologi di sana yang luar biasa.
 Beliau juga takjub melihat payung besar bisa membuka sendiri.
 Beliau kagum dengan desain interior dalam masjid.
 Ketika shalat di masjid nabawi pak Djohan merasa tambah khusuk
 Untuk mencapai shalat arba’ain beliau menjaga kondisi tubuh dengan sebaik-baiknya, dan beliau juga tidak pulang dari masjid nabawi dari shalat ashar sampai shalat isyak.
 Beliau diamkan saja. Dan akhirnya barangnya kembali lagi, seperti sandal beliau yang pernah hilang.
 Ketika shalat beliau selalu ingin di dalam masjid. Karena beliau ingin yang terbaik,
 Kalau sudah penuh, beliau tidak terlalu memaksakan diri.
 Ketika beliau ingin ke toilet beliau membaca do’a terlebih dahulu.
 Kesan yang ada adalah beliau kagum dengan masjid nabawi.
 Sebelum meninggalkan masjid nabawi beliau berziarah dulu ke makam Rasul.
 Yang beliau pesankan adalah seperti ini tentang shalat di masjid nabawi, kalau ingin shalat di dalam masjid dan dekat dengan imam datang lebih awal, minimal satu jam sebelum waktu shalat, apalagi kalau hari jum’at harus dari pagi.
 Paling berkesan adalah makamnya Rasulullah.
 Pengalaman menarik adalah saat beliau di masjid nabawi, orang-orang bersosialisasi dengan bangsa-bangsa lain sudah seperti saudara deka. Dan ketika shalat juga tambah khusuk meskipun banyak jamaah.
III. Di depan maqam baqi’
 Ketika didepan makam baqi’ beliau berdoa kepada mereka.
 Perasaannya ketika didepan makam baqi’ adalah perbedaannya antara makan di Madinah dengan makam yang ada di Indonesia.
 Cara beliau dalam memilih tempat-tempat ziarah di Madinah adalah mencari yang terdekat dan sebisanya saja yang sekiranya bisa dijangkau.
 Yang dilakukan dalam mengunjungi tempat-tempat ziarah adalah selalu berdoa dan dan ingat akan kehidupan yang akan dating yaitu alam kubur.
 Karena bahasa yang digunkana adalah berbeda, maka yang terpenting adalah bisa bahasa mereka dulu.
 Ketika beliau sudah haus.
 Beliau meminum air zam-zam.
21. PACKING/ MENGEPAK BARANG MENUJU MEKKAH MADINAH
 Beliau mengemasi semua barang-barang beliau, dan meninggalkan barang yang susah di bawa.
 Beliau melakukan packing adalah dimalam hari.
 Packingnya beliau adalah seperti packing dari rumah yaitu, memasukkan barang-barang kedalam koper besar.

 Selama perjalanan menuju asrama, beliau kadang berbelanja sesuai dengan apa yang beliau inginkan.
 Beliau membeli jam dan mainan anak-anak.
 Pesan beliau kalau belanja nawarnya sebanyak mungkin, tidak usah sungkan-sungkan.
22. DIATAS BUS MENUJU MEKKAH MADINAH
 Yang beliau fikirkan adalah keadaan di Mekah.
 Beliau senang.
 Belia berharap suatu saat nanti bisa kembali lagi.
23. BELIAU TIDAK TERMASUK GELOMBANG PERTAMA.
24. PERJALANAN MENUJU MEKKAH.
 Beliau membaca do’a yang ada dalam buku manasik dan di pimpin ketua rombongan.
 Perbedaannya adalah jalannya datar terus, tidak seperti di Indonesia, tanahnya tandus, dan jarang ada pepohonan.
 Beliau takjub dengan semua ciptaan Allah yang sangat luar biasa.
25. DI MEKKAH
 Ketika sampai di masjidil haram beliau melakukan umroh terlebih dahulu.
 Ketika beliau melihat ka’bah beliau langsung menangis,
 Di dalam masjidil haram beliau melakukan tadarus dan sering melakukan shalat.
 Beliau merasa kagum melihat banyaknya jamaah yang melakukan thowaf.
 Beliau senang dan bersyukur karena dapat melaksanakn thowaf.
 Beliau tidak terlalu memaksakan diri untuk melakukan thowaf.
 Setiap ada kesempatan beliau melakukan thowaf, dan seringnya beliau melakukan setelah shalat ashar.
 Untuk bisa shalat di dalam masjid, beliau datang lebih awal.
 Beliau tidak bisa shalat di dekat makam ibrahim.
 Beliau tidak terlalu memaksakan diri untuk bisa mencium hajar aswad, beliau meyakini dengan melambaikan tangan saja sudah sama dengan menciumnya langsung.
 Awalnya beliau ikut bersama-sama dengan rombongan dalam melakukan thowaf, kemudian ketika ada kesempatan beliau selalu melakukan thowaf sendiri.
26. DI JEDDAH/ MADINATUL HUJJAJ
 Yang Dilakukan Diantaranya Adalah istirahat, makan, ada kegiatan survey tempat-tempat yang akan dikunjungi, seperti arafah, muzdalifah, dan mina.
27. DIBANDARA KING ABDUL AZIZ
 Di bandara untuk naik pesawat beliau sudah gugup ingin segera pulang, bertemu dengan sanak saudara karena sudah kangen.
28. DIPESAWAT
 Selama di pesawat, perjalanan pulang beliau memperbanyak do’a dan mematuhi semua peraturan yang ada dengan baik..
29. DI KABUPATEN
 Mengambil barang bawaan beliau kemudian mendatangi para sanak saudara yang sudah menjeput di bandara.
30. DI RUMAH
 Sebelum masuk rumah, beliau menuju masjid untuk sujud syukur dan baru menuju rumah beliau yang sudah di sambut oleh sanak saudara dan tetangga, beliau menyalami dan memeluk mereka dengan suasana senang dan haru.