KETAHUILAH WAHAI SAUDARAKU SEIMAN SEDARAH DAN SENASIB SEPERJUANGAN MENCARI RIDHO ALLAH, SESUNGGUHNYA MANUSIA TIADA SIA-SIA USAHANYA JIKA DINIATKAN DALAM BEKERJANYA UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH DAN BERPRINSIP DENGAN BISMILLAH

Jumat, 25 Desember 2009

menggunakan tombol dalam Ms Word

 langkah masuk ke Microsoft Word
 (Klik) START (Klik) MICROSOFT WORD

 Langkah masuk ke Microsoft Excel
 (Klik) START  PROGRAM (Klik) MICROSOFT WORD
 (Klik) START (Klik) MICROSOFT WORD
 Langkah-langkah praktis penggunaan tombol pada Microsoft Word dan Microsoft Excel
NO TOMBOL KEGUNAAN
1. Ctrl+N Membuat file baru
2. Ctrl+O Membuka file
3. Ctrl+S Menyimpan file
4. Ctrl+P Mencetak file
5. Ctrl+Z Kembali kebentuk awal
6. Ctrl+Y Menuju perintah selanjutnya
7. Ctrl+X memotong kata yang telah diblok
8. Ctrl+C Mengcopi kata yang telah diblok
9. Ctrl+V Menempatkan kata yang telah dicopy
10. Ctrl+A Menyeleksi semua kata
11. Ctrl+F Mencari kata yang diinginkan
12. Ctrl+H Menempatkan kata yang diinginkan
13. Ctrl+G Menuju yang diinginkan

14. Alt+F Menampilkan ikon file
15. Alt+E Menampilkan ikon edit
16. Alt+V Menampilkan ikon view
17. Alt+I Menampilkan ikon insert
18. Alt+F Menampilkan ikon format
19. Alt+T Menampilkan ikon tolls
20. Alt+W Menampilkan ikon windows
21. Alt+H Menampilkan ikon help

Ket:
 Ctrl+N artinya tekan tombol Ctrl dan tombol N BERSAMAAN
 Semakin sering mengoperasikan akan semakin canggih

TEORI PENDIDIKAN DAN ANALISIS FILM LASKAR PELANGI

Kata pengantar

Rahmad Allah yang selalu melimpah kepada kita semua hingga selesailah tulisan ini sebagai pelengkap tugas dari mata kuliyah Ilmu Pendidikan pada semester III yang mengangkat tema tentang teori pendidikan Nasional dan analisis film Laskar Pelangi.
Disamping itu juga bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi kita yang masih belajar dalam lingkup formal. Tetapi tidak hanya dalam lingkup formal karena dalam bahasan kali ini bersifat umum-tidak hanya lingkup formal dan agamis-yang bermanfaat bagi kita untuk bisa belajar sepanjang hayat, dan untuk mengetahui bagaimana keadaan sistem pendidikan kita dan bagaimana belajar yang sebenarnya, dan Insyaallah, lebih banyak lagi pengetahuan yang akan kita dapat. Amin.
Dalam pembahasan kali ini, penulis menjelaskan topik-topik yang sebagaimana sudah diatur dalam silabi tugas ilmu pendidikan. Dan semua itu merupakan unsur yang sangat mempengaruhi pendidikan dalam mencapai tujuan dalam dunia pendidikan yang berdasarkan tujuan nasional:
1. Ilmu pendidikan sebagai disiplin ilmu.
2. Pengertian pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran.
3. Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan.
4. Aspek-aspek pendidikan.
5. Aliran/teori pendidikan.
6. Lembaga pendidikan.
7. Peserta didik.
8. Pendidik.
9. Alat, isi dan metode pendidikan.
10. Lingkungan pendidikan.
11. Pendidikan sepanjang hayat.
12. Sistem pendidikan Nasional.
Itulah diantara topik-topik yang ada dalam pembahasan teori pendidikan dan analisis Film Laskar Pelangi.
Kritik dan saran tak lupa sangat penulis harapkan demi terwujudnya hasil yang lebih baik.
Karena hanya kritik dan saran dari para pembacalah yang mampu membangun yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan karya yang lebih baik, dari hasil karya saat ini. Sebelumnya penulis ucapkan terima kasih, dengan ucapan Jazakumullah Khoiron Katsiro.


SINOPSIS FILM LASKAR PELANGI

Cerita terjadi di desa Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah dengan bangunan yang sudah reyot terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunyadatang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak harfan, perkenalan mereka yang luar biasa dimana A kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawaLintang yang mengayuh sepeda 8 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.
Mereka, laskar pelangi–nama yang diberikan Bu Muslimah kepada mereka karena mereka senang terhadap pelangi-pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangan pada okultisme-kepercayaan kepada kekuatan ghaib- yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan yang luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. laskar pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa dia harus putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian dimana Ikal yang berjuang diluar pulau Belitong kembali kekampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh seorang penulis ternama Andre Hirata. Bahkan kita bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh laskar pelangi ini .

Anggota Laskar Pelangi
Ikal : Tokoh ‘aku’ dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam laskar pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A ling, sepupu dari A kiong, yang ditemuinya pertama kali disebuah took kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
Lintang : Teman sebangku ikal yang luar biasa jeniusnya. Ayahnya bekerja sebagai seorang nelayan miskin yang tidak memilik perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga (dalam novel akan tetapi dalam film yang dilihatkan hanya tiga orang adik). Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memilik cit-cit sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.

Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota laskar pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.
Mahar : Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunujuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara.pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.
A kiong : Anak Hokian. keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
Syahdan : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya mendapat peran tukang kipas putrid dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama ikal, ia dan ikal bertugas membeli kapur di took sinar harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh laskar pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirnya dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin. Setelah bosan ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.
Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah laskar pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihantannya melenceng 200, sehingga jika ia menatap marah kearah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.
Borek : Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir dirumah sakit jiwa karena ketergantungan terhadap ibunya.
Harun : pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing berbelang tiga opada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran kapada Bu MUslimah. Ia menyetor tiga buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh Lain
Pak Harfan : sebagai kepala sekolah Muhammadiyah
Bu Muslimah : sebagai ibunda guru bagi laskar pelangi
Flo : seorang cewek tomboi yang berasal dari keluarga kaya, yang merupakan siswa pindahan, dan sebagai tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pekangi
A Ling : saudara sepupu A Kiong yang merupakan cinta pertama Ikal.
Itulah diantara tokoh-tokoh yang mempunyai andil besar dalam kehidupan laskar pelangi sehari-hari.


*****

BAB I
Ilmu Pendidikan Sebagai Disiplin Ilmu

Mengenai ilmu pendidikan sebagai disiplin ilmu, mari kita terlebih dahulu mengetahui apa sebetulnya visi dan misi pendidikan itu sendiri menurut peraturan pemerintah yang telah diatur oleh undang-undangnya yaitu nomor 19 tahun 2005.
Visi pendidikan nasional adalah, mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sedangkan misi pendidikan nasional sendiri adalah:
(1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
(2) meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing ditingkat nasional, regional, dan internasional;
(3) meningkatkan relevansi pendidikan denagn kebutuhan masyarakat dan tantangan global;
(4) membantu dan memfasilitsi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini hingga akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
(5) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
itulah diantara misi pendidikan yang tercantum dalam undang-undang nomor 19 tahun 2005.
Ilmu pendidikan itu sendiri mengandung arti sebuah sistem konsep pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset.
Setiap ilmu berisi sejumlah besar istilah yang disebut konsep, yang tidak lain merupakan apa yang kita pikirkan berdasarkan pengalaman. Dengan demikian, unsur yang menjadi isi setiap ilmu termasuk ilmu pendidikan adalah konsep. Keseluruhan konsep yang menjadi isi sebuah ilmu ditata secara sistematis menjadi satu kesatuan. Sekelompok konsep yang berkenaan dengan sekelompok hal, yang merupakan satu kesatuan disebut skema konseptual. Setiap ilmu termasuk ilmu pendidikan, terbentuk dari beberapa skema konseptual yang merupakan bagian-bagian atau komponen-komponen isi ilmu.
Konsep itu baru jelas apabila konsep tersebut didefinisikan. Sedangkan definisi itu sendiri adalah pernyataan tersurat tentang makna atau arti yang terkandung dalam sebuah istilah atau konsep. Apabila ditinjau dari sudut bentuk pernyataannya, definisinya dapat dibagi dua, yaitu:


1. Definisi Konotatif
Definisi yang menerangkan isi pengertian secara tersurat tentang isi pengertian yang etrkandung dalam istilah atau konsep yang didefinisikan, sedangkan isi pengertian itu sendiri mempunyai pengertian, suatu sifat atau sifat-sifat yang menjadi cirri utama dari makna yang terkandung dalam istilah atau konsep.

2. Definisi Denotatif.
Definisi yang menyatakan secara tersurat luas pengertian dari istilah atau konsep yang didefinisikan. Sedangkan luas pengertian adalah hal-hal yang merupakan bagian kelas dari konsep yang didefinisikan.
Ilmu pendidikan mempunyai bentuk-bentuk seperti ilmu-ilmu yang lainya,terdiri dari: (1) generalisasi-generalisasi (kesimpulan umum yang ditarik dari hal-hal khusus), (2) hukum-hukum atau prinsip-prinsip, dan (3) teori-teori . Demikian runtutan-runtutan apa sebetulnay ilmu pendidikan itu setelah masuk kedalam ilmu filsafat yang amat sangat detail dan mempunyai susunan yang sistematis, itulah yang dimaksud ilmu pendidikan sebagai disipilin ilmu.
Dalam arti yang sangat luas menurut ilmu filsafat ilmu pendiddikan sebagai disiplin ilmu dapat dikatakan bahwa filsafat pendidikan adalah pemikiran-pemikiran filsafati tentang pendidikan. Ada yang mengatakan bahwa filsafat pendidikan adlah filsafat tentang proses pendidikan. Sedangkan filsafat tentang disiplin ilmu mempunyai pengertian filsafat yang bersifat metadisipliner, dalam arti bersangkut paut dengan dengan konsep-konsep, ide-ide, dan metode-metode disiplin ilmu pendidikan. Dan tokoh-tokohnya antara lain adalah: Aristoteles, Augustinus, dan locke, dan mereka mengatakan bahwa proses pendidikan sebagai bagian dari system filsafat mereka dalam konteks teori-teori etika, politik, epistemology, dan metafisika.
Adapun filsafat pendidikan yang dikembangkan akhir-akhir ini oleh pengaruh filsafat analitik, merupakan filsafat tentang disiplin ilmu pendidikan dalam konteks dasar-dasar pendidikan yang dihubungkan dengan bagian-bagian lain dalam disiplin ilmu pendidikan, yaitu sejarah pendidikan, psikologi pendidikan, dan sosiologi pendidikan.
Aliran-aliran filsafat yang begitu mempengaruhi perkembangan filsafat pendidikan sampai saat ini, antara lain:

1. Aliran Analitik. Aliran ini tidak mengetengahkan dan membahas proposisi-proposisi subtantif ataupun persoalan-persoalan faktual dan normatif tentang pendidikan. Pendidikan analitik menganalisis serta menguraikan istilah-istilah dan konsep-konsep pendidikan seperti pengajaran, kemampuan, pendidikan, dan sebagainya, serta mengecam dan mengklarifikasi berbagai slogan pendidikan seperti “ajarlah anak-anak dan bukan mata pelajaran”. Alat-alat yang yang digunakan oleh filsafat analitik untuk melaksanakan tugasnya adalah logika dan linguistic serta tekhnik-tekhnik analisis yang berbeda antara seseorang filsuf dan filsuf lain.

2. Aliran Progresivisme. Aliran ini berpendapat bahwa pendidikan bukan sekedar mentransfer pengetahuan kepada anak didik, melainkan melatih kemampuan dan keterampilan berpikir dengan memberi rangsangan yang tepat. John Dewey (seorang tokoh pragmatisme)yang termasuk dalam golongan progresivisme, menyatakan bahwa sekolah adalah institusi sosial dan pendidikan itu sendiri adalah proses kehidupan itu sendiri, maka kebutuhan individual anak didik harus lebih diutamakan, bukan subject-oriented.

3. Aliran Eksistensialisme menyatakan bahwa yang menjadi tujuan utama pendidikan bukan agar anak didik dibantu mempelajari bagaimana menanggulangi masalah-masalah eksistensial mereka, melainkan agar dapat mengalami secara penuh eksistensi mereka. Para pendidik ekstensialis akan mengukur hasil pendidikan bukan semata-mata pada apa yang telah dipelajari dan diketahui oleh si anak didik, tetapi yang lebih penting ialah apa yang mampu mereka ketahui dan alami. Para pendidik ekstensialis menolak pendidikan dengan sistem indroktinasi.

4. Aliran Rekontruksionisme, terutama merupakan reformasi social yang menghendaki renaisans sivilisasi modern. Para pendidik rekrontruksionalis melihat bahwa pendidikan dan reformasi social itu sesungguhnya sama. Mereka memandang kurikulum sebagai “problem-centered”. Pendidikan pun harus menjawab pertanyaan George S. Count: “Beranikah sekolah-sekolah membangun suatu orde sosial baru?”.


*****


BAB II
Pengertian Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran

Memang sekilas antara proses mendidik dengan mengajar hampir mirip, tetapi sebenarnya secara hakikat adalah suatu hal yang berbeda. Sering kali kita mendengar istilah pendidik untuk mengganti perkataan guru, yang lebih umum dikenal dan didengar oleh masyarakat. Disamping itu kita sering mendengar bahwa pekerjaan guru adalah mengajar murid-murid. Jadi kedua istilah itu sama-sama digunakan terhadap pekerjaan guru.
Akan tetapi walaupun kedua istilah tadi berbeda, kedua istilah tadi tidak bisa lepas begitu saja dari saling berhubungan karena saling mempengaruhi atau lebih jelasnya sudsah tidak dapat dipisahkan lagi. Siapa yang mengajar, ia juga mendidik; dan siapa hendak mendidik, harus juga mengajar. Rupanya tidak akan mungkin orang dapat mendidik anak tanpa dengan mengajarnya.
Berarti pendidikan mengandung arti sangat luas. Yaitu semua daya upaya yang ditujukan untuk menolong anak dalam perkembangannya – baik jasmani maupun rohani – menjadi manusia dewas yang susila. Sedangkan cara-cara yang dilakukan dapat disebut ‘mendidik’. Dan yang dimaksud dengan mengajar adalah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilan kepada anak-anak. Sedangkan prosesnya disebut ‘mengajar’.. jadi dengan mengajar guru berusaha membentuk kecerdasan dan ketangkasan anak. Sedangkan maksud dari mendidik adalah membentuk budi pekerti dan watak anak-anak atau dapat dikatakan dengan pendidikan guru berusaha untuk membentuk kesusilaan pada anak.
Maka dari itu kita dapat ambil keimpulan bahwa ‘pendidikan’ lebih luas dari pada ‘pengajaran’ pendidikan merupakan pendidikan keseluruhan, merupakan pembentukan kepribadian. Pendidikan meliputi segala usaha yang dilakukan dalam hal mendidik.
Sedangkan pengajaran salah satu segi dari pendidikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengajaran merupakan salah satu alat usaha dari pendidikan secara keseluruhan.
Dan dalam undang-undang nasional nomor 20 tahun 2003 telah menyatakan bahwa pendidikan itu adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Sebenarnaya semua itu tidaklah suatu yang prinsip, akan tetapi yang terpenting adalah setiap orang yang berusaha “mendidik” anak-anak dilakukan dengan “mengajarkan”-kan sesuatu – perbuatan, keterampilan, pengetahuan, dan sebagainya - kepada anak didiknya. Disamping itu juga kita dapat mengetahui bahwa tidak semua perbuatan mengajar adalah mendidik. Dan setiap perbuatan mendidik dilakukan dengan keadaan sadar dan sengaja serta mempunyai tujuan tertentu yang akan dibahas lebih lengkap pada bab tujuan pendidikan itu sendiri.
Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . Yang interaksi ini melalui bernacan-nacan kegiatan yang dilakukan antara siswa dan sang guru, diantaranya adalah proses evaluasi, kegiatan belajar mengajar dan berbagai kegiatan yang dilakukan antara guru dan siswa untuk mewujudkan tujuan pendidikan.
Sedangkan dalam film laskar pelangi itu sendiri pengertian mendidik dan mengajar dipraktekkan oleh Bu Muslimah dan pak Harfan kepada anggota laskar pelangi hingga mampu menjadikan mereka tidak hanya cerdas dalam mata pelajaran akan tetapi juga nereka dapat berperilaku yang sesuai norma dan ketentuan-ketentuan dalam agama mereka. Seperti saat pak Harfan mendidik dengan cara bercerita dan menggambar, kebetulan saat itu ceritanya adalah Nabi Nuh yang membuat kapal, dia langsung menghubungkan dalam contoh kehidupan sehari-hari supaya taat dan berpegang teguh pada agama, dan hukuman bagi orang yang durhaka kepada Allah. Bukan hanya menyampaikan cerita akan tetapi juga mengambil contoh dalam kehidupan sehari-hari.


*****


Bab III
Dasar, Fungsi dan Tujuan Pendidikan

Dasar pendidikan itu sudahlah pasti pancasila yang terdiri dari lima pasal dan merupakan dasar Negara kita sejak pertama kali merdeka hingga sekarang, karena Negara kita adalah Negara yang berdasarkan dengan asas-asas pancasila, jadi semua hal dan kegiatan kita haruslah berdasarkasn asas Negara tersebut. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UU RI tahun 1945.

Fungsi Pendidikan Dalam Konteks Pembangunan Nasional.
1. pemersatu bangsa
2. penyamaan kesempatan
3. pengembangan potensi diri.
Jadi dapatlah kita tarik suatu kesimpulan dari fungsi pendidikan secara global yaitu:
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan Pendidikan
Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab .
Selain itu dari para ahli pendidikan juga lebih luas mengupas apa yang dimaksud dengan tujuan pendidikan. Secara global ada dua tujuan pendidikan yaitu secara umum dan khusus, untuk lebih jelasnya lihat pada lampiran I.
Tujuan umum dan khusus, diantara dari salah satu tujuan umum adalah tercapainya kedewasaan jasmani dan rohani anak didik. Kedewasaan jasmani pada umumnya adalah saat jasmani bertumbuh dengan sempurna-penuh. Sedangkan tujuan khusus, diantaranya adalah untuk mengembangkan bakat, minat sesuai usia, dan jenis kelamin. Dan masih banyak contoh-contoh yang lain.
Dalam film laskar pelangi, kita dapat melihat betapa teguhnya pak Harfan dalam mengajar dan mendidik laskar pelangi, karena pak Harfan mengetahui hanya SD Muhammadiyah adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang berbasis islam dan akan mencetak insan islami yang mampu menjadi manusia yang tidak akan bersifat acuh-takacuh terhadap kehidupan masyarakat lainnya. Tujuan dari pak Harfan tadi tersurat pada waktu Pak Harfan bercakap-cakap dengan Pak Zulkarnain ketika anggota laskar pelangi melakukan aktifitas pembelajaran dialam secara langsung oleh Bu Muslimah. Dan disamping itu pula mereka laskar pelangi mempunyai cita-cita dan keinginan yang tinggi dalam belajar guna meraih semua cita-citanya dan merubah nasib-nasib mereka beserta keluarganya.
Bab IV
Aspek-Aspek Pendidikan

Setelah kita bahas mengenai pengertian dari mendidik dan mengajar, adapula segi-segi dalam pendidikan yaitu aspek pendidikan jasmani dan rohani. Aspek pendidikan rohani ini ada lima sub bahasan lagi yaitu pendidikan kecakapan, ketuhanan, kesusilaan, keindahan, dan kemasyarakatan .
Karakter/ jati diri seorang warga Negara Indonesia yang diinginkan yaitu karakter/ kepribadian yang lengkap, utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu pendidikan harus melibatkan dan mendayagunakan seluruh aspek potensi manusia dari semua lini. Berikut adalah aspek-aspek pendidikan tersebut:

1. Pendidikan Agama (Keimanan, Aqidah)
Merupakan pondasi bangunan karakter (kepribadian) seorang muslim.
Pendidikan agama mutlak diperlukan karena ia akan menjadi motivasi terdalam dari sikap dan perilaku seseorang. Pendidikan keimanan ini dapat ditempuh dengan berbagai cara dan metode.

2. Pendidikan Ibadah
Ibadah biasanya terkait dengan kegiatan khusus yang memiliki aturan dan tata laksana tertentu yang sudah mutlak. Pemantauan terhadap pendidikan ibadah ini akan membentuk seseorang menjadi lebih disiplin dan tertib.
3. Pendidikan Akhlak
Pendidikan yang mengutamakan terhadap sikap nyata seseorang dalam menyikapi berbagai persoalan hidup. Pembentukan akhlak tidaklah mudah. Ia memerlukan proses yang lama sekali. Namun hasilnya akan mantap apabila dipantau dengan baik.
4. Pendidikan Akal/ Daya Fikir
Mengutamakan terbentuknya keahlian intelekual seseorang. Bagaimana seseorang lihai menggunakan akal dan fikirannya untuk kemajuan,
5. Pendidikan Sosial Kemasyarakatan
Membentuk seseorang menjadi bersifat social, Bisa bergaul dengan berbagai macam tipe orang dan memiliki cukup empathi dan mampu membagi cintanya bagi orang-orang di sekitarnya.
6. Pendidikan Jasad/ Fisik
Seorang muslim selain memiliki keimanan yang kuat, akal yang cerdas juga harus ditopang dengan fisik yang kuat.
7. Pendidikan Kejiwaan/ Mental
Seorang muslim yang tangguh juga harus memiliki jiwa atau mental membaja yang tidak pernah jatuh oleh hal-hal yang remeh atau cengeng menghadapi berbagai cobaaan hidup. Pendidikan kejiwaan / metal yang tangguh akan melahirkan individu-individu yang tangguh dan tak pernah mendramatisir keadaan.
8. Pendidikan Perbuatan/ Amal
Ilmu yang banyak tidaklah berarti tanpa diamalkan. Oleh sebab itu, individu muslim harus dilatih bisa dan biasa beramal.
Proses pendidikan seharusnya menyeluruh dalam arti meliputi semua aspek di atas dan terpadu dalam arti adanya keterlibatan/kerjasama semua pihak, dirinya, orang terdekatnya (orang tua, teman, dan sebagainya), lingkungannya. Semuanya ikut memantau dan mengevaluasi perkembangan seorang individu.
Inilah yang belum ada dalam proses pendidikan selama ini. Proses pendidikan selama ini terfokus sporadis dan tak punya target khusus. Semuanya asal gugur kewajiban. Tak heran bila hasilnya pun asal saja. Tidak memiliki karakter khusus, karena memang tidak ditargetkan dan tak dievaluasi secara kontinue dari awal.
Bab V
Aliran/ Teori Pendidikan

Dalam mengungkapkan teori atau aliran pendidikan banyaklah tikih-tokoh yang mengungkapkan teori-teori, dan yang dimaksud teori disini adalah sebuah pandangan atau serangkaian pendapat ihwal pendidikan, yang disajikan dalam bentuk sebuah system konsep.
Menurut T.W. Moore, teori pendidikan dapa dibedakan dalam dua kelompok, yaitu:
1. Teori-teori umum pendidikan.
Yaitu teori-teori yang berisikan pandangan tentang keseluruhan hal-ihwal pendidikan.
2. Teori-teori khusus pendidikan.
Yaitu, teori yang berisi tentang sebagian dari hal-ihwal pendidikan.
Sedangkan ditinjau dari segi tujuan penyajian teori pendidikan baik umum atau khusus dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu: Pertama, Preskriptif atau teori pendidikan yang bertujuan menjelaskan bagaimana seharusnya hal-ihwal pendidikan dilakukan. Kedua, Deskriptif. Teori ini bertujuan menggambarkan bagaimana keadaan hal-ihwal pendidikan dilakukan.
Teori-teori umum pendidikan preskriptif dapat kita temukan dalam bentuk filsafat-filsafat pendidikan, apapun alirannya (Idealisme, Realisme, Pragmatisme, Neo-positifisme, Neo-Thomisme, dan sebagainya). Oleh karena tiu setiap filsafat pendidikan bertujuan mengemukakan sebuah sistem konsepkeseluruhan hal-ihwal pendidikan yang terbaik menurut pandangan atau aliran tertentu. Teori-teori umum deskriptif dapat kita temukan dalam bentuk “Auslanpedagogik” atau laporan deskriptif tentang sistem-sistem pendidikan nasional atau sistem-sistem pendidikan diluar negeri. Oleh karena itu, “Auslandpadagogik” bertujuan melaporkan apa adanya keadaan keseluruhan hal-ihwal setiap sistem pendidikan nasional dari sejumlah Negara yang dilaporkan.
Teori khusus pendidikan preskriptif dapat kita temukan dalam teknologi pendidikan, yang antara lain termasuk pembinaan dan pengembangan kurikulum sebagai teknologi perancang pendidikan, perekayasaan media pendidikan sebagai teknologi pengajaran-belajar, pembaharuan proses belajar mengajar, dan tekhnik-tekhnik evaluasi pendidikan.
Dari semua keterangan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa setiap cabang ilmu pendidikan bertujuan menggambarkan apa adanya keadaan empiric sebuah aspek yang menjadi hal-ihwal pendidikan secara sistematis dan cermat argumentatif.
Dalam pendapat lain dikatakan teori-teori pendidikan sebagai berikut :

1. Teori (Hukum) Emperisme
Ajaran emperisme yang dipelopori oleh John locke (1632-1704) mengajarkan bahwa perkembangan pribadi ditentukan oleh factor-fsktor lingkungan, terutama pendidikan. John Locke berkesimpulan bahwa tiap individu seabagi kertas putih, dan lingkunga itulah yang “menulis” kertas putih itu. Teori ini terkenal sebagai teori Tabularasa dan teori Empirisme. Bagi John Locke factor pengalaman yang berasal dari lingkungan itulah yang menentukan pribadi seseorang. Karena lingkungan itu yang relative dapat diatur dan dikuasai manusia, maka teori ini bersifat optimis dengan tiap-tiap perkembangan pribadi.

2. Teori (Hukum) Nativisme
Ajaran filsafat Nativisme yang dapat digolongkan filsifat Idealisme berkesimpulan bahwa perkembangan pribadi hanya ditentukan oleh factor hereditas, faktor dalam yang berarti kodrati.
Tokoh nativisme ini, Arthur Schopenhauer (1788-1860) menganggap factor pembawaan yang bersifat kodrati dari kelahiran, yang tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar atau pendidikan itulah pribadi seseorang, bukan hasil pendidikan. Tanpa bpotensi-potensi hereditas yang baik, seseorang btidak mungkin mencapai taraf yang dikehendaki, meskipun dididik dengan maksimal. Seorang anak yang potensi hereditasnya rendah, akan tetap rendah, meskipun ia sudah dewasa dan telah dididik. Pendidikan tidak merubah manusia, karena potensi itu bersifat kodrati.
Ajaran nativisme ini dapat dianggap aliran yang pesimistis, karena menerima kepribadian sebagaimana adanya, tanpa kepercayaan adanya nilai-pendidikan untuk merubah kepribadian.

3. Teori (Hukum) Konvergensi.
Bagaimanapun kuatnya alasan kedua aliran pandangan diatas, namun keduanya kurang realistis. Suatu kenyataan, bahwa potensi hereditas yang baik saja, tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positif tidak akan membina kepribadian yang ideal. Sebaliknya, meskipun lingkungan (pendidikan) yang positif dan maksimal, tidak akan menghasilkan kepribadian ideal, tanpa potensi hereditas yang baik. Oleh karena itu, perkembangan pribadi sesungguhnya adalah hasil proses kerjasama kedua faktor, baik internal (potensi-hereditas) maupun faktor eksternal (lingkungan, pendidikan). Tapi pribadi adalah hasil konvergensi faktor-faktor internal dan eksternal. Teori ini dikemukakan oleh William Stern (1871-1938) dan dikenal sebagai teori konvergensi.
Ketiga teori dasar diatas dikenal sebagai asas-asas filsafat pendidikan aliran-aliran empirisme, idealisme dan realisme.
Dalam praktik kegiatan belajar sehari-hari dalam film laskar pelangi menerapkan atau menganut faham yang ketiga yaitu teori konvergensi. Karena mereka tidak ada yang bersifat pesimis dan yang ada hanyalah sifat optimis yang menghiasi kehidupan sehari-hari. Terlihat ketika Ikal mendapat sesuatu dari cinta pertamanya yang memberikan kaleng bergambar menara Eifel, dia bertanya kepada Lintang dan dia selalu berharap untuk selalu bisa melihat secara langsung. Dan akhirnya dia berhasil mendapat beasiswa ke Perancis. Disamping itu mereka semua selalu melihat masa depan yang akan datang.


*****
Bab VI
Lembaga Pendidikan.

Dalam kontek lembaga pendidikan yang dimaksud satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.(sesuai dengan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional ayat 10).
Bila kita teliti mulai dari masyarakat dan kebudayaan yang sederhana, maka lembaga-lembaga pendidikan itu meliputi:
1. keluarga atau rumah tangga atau orang tua, sebagaimana wujud kehidupan sosial yang asasi; sebagai unit kehidupan bersama manusia yang terkecil. Keluarga adalah lembaga kehidupan yang asasi dan alamiah, yang pasti secara alamiah dialami oleh kehidupan seorang manusia;
2. masyarakat, yakni lingkungan sosial yang ada disekitar keluarga itu: kampung, desa, marga ataupun pulau.
kedua lembaga tersebut kemudian mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan kebudayaan manusia. Kemudian kita mengenal masyarakat yang maju mempunyai tata susunan kelembagaan yang lebih rumit (komplek).
Setiap manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam ketiga lembaga tersebut (keluarga, sekolah, masyarakat). Berdasarkan realitas dan peranan ketiga lembaga ini, maka ahli pendidikan Indonesia Dr. Ki Hajar Dewantara menganggap ketiga lembaga pendidikan ini sebagai tri pusat pendidikan. artinya tiga pusat pendidikan yang secara bertahap dan terpadu mengemban tanggung jawab pendidikan bagi generasi pendidikan selanjutnya. Kemudian asas ini dijadikan kebijakan Negara kita yang termuat dalam GBHN tahun 1978 yang menetapkan prinsip-prinsip pendidikan, yaitu: “pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”.

1. lembaga keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, terbentuk secara sukarela dan cinta yang asasi antara dua subjek manusia (suami-istri). Dengan asas cinta yang asasi ini lahirlah anak sebagai generasi penerus keluarga. Oleh Ki Hajar Dewantara dikatakan supaya orang tua mengabdi kepada sang anak(sebagai pendidik).
Tanggungjawab keluarga terhadap pendidikan anak meliputi:
a. Dorongan/ motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dengan anak.
b. Dorongan/ motivasi kewajiban moral.
c. Tanggungjawab sosial seebagai bagian dari keluarga, yang pada gilirannya juga menjadi anggota masyarakat.
2. lembaga sekolah.
Ketika anak berusia 4-6 tahun, ia dipercayakan oleh keluarganya untuk dididik oleh lembaga pendidikan (sekolah) seperti taman kanak-kanak sampai sekolah dasar.
Lembaga ini meneruskan pembinaan yang telah diletakkan dasar-dasarnya dalam lingkungan keluarga.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal menerima fungsi pendidikan berdasarkan asas-asas tanggung jawab yang meliputi:
a. tanggung jawab formal kelembagaan yang sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan oleh undang-undang yang berlaku.
b. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan dan tingkat pendidikan.
c. Tanggung jawab fungsional, ialah tanggung jawab professional pengelola dan pelaksana pendidikan (guru dan para pendidik).
3. lembaga masyarakat.

Masyarakat ini mempunyai dua pengertian:
I. masyarakat diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Dalam arti ini masyarakat adalah wadah atau wahana pendidikan. Medan kehidupan manusia yang majemuk.
II. Masyarakat dalam arti organisasi kehidupan bersama, yang secara makro adalah tata pemerintahan. Masyarakat dalam makna ini adalah lembaga atau perwujudan subjek pengelola dan kepemimpinan bersama (berdasarkan asas demokrasi).
Dalam kedua makna inilah tiap pribadi manusia, sejak kanak-kanak hingga dewasa mereka terlibat didalam kehidupan yang dinamakan warga masyarakat atau bahkan Negara.
Tanggungjawab pemerintah dalam pendidikan meliputi:
1. tanggungjawab kenegaraan dan kemasyarakatan yang wujudnya berupa motivasi utuk melestarikan tegaknya kemerdekaan bangsa dan Negara. Tanggung jawab ini mencakup pembinaan kesadaran nasional, berideologi nasional dan berkontruksi.
2. Tanggungjawab struktural kelembagaan yakni sebagai wujud tata kelembagaan Negara dengan masing-masing aspek dan tanggung jawab yuridis konstitusional.
Adapula yang mengatakan bahwa tanggung jawab pendidikan itu oleh lembaga-lembaga yang meliputi:
1. lembaga keluarga
2. lembaga sekolah
3. lembaga masyarakat
4. lembaga keagamaan
5. lembaga kenegaraan (pemerintah)
Lembaga dalam film laskar pelangi terlihat banyak faktor-faktor keluarga yang mempengaruhi terhadap kehidupan anak-anak laskar pelangi terlihat dari keluarga Ikal yang sering terlihat dalam film, dia masih mempunyai keluarga utuh dan selalu mendorong/ memotivasi anaknya baik dengan ucapan maupun selalu memberikan dorongan tindakan. Ketika Ikal hendak mengikuti lomba cerdas cermat, ibunya begitu sibuk menyetrika baju seragam Ikal. Selain lembaga keluarga, lembaga sekolah atau masyarakat mereka saling mendukung.
Bab VII
Peserta Didik.

Peserta didik dalam arti lebih luas adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu .
Sedangkan dalam pengertian lebih sempit adalah warga Negara yang sudah mengikuti program wajib belajar yakni semua warga yang sudah berusia enam tahun dan mengikuti kegiatan wajib belajar. Dan mereka mempunyai hak dan kewajiban yang harus diperoleh dan harus dipenuhinya, antara lain haknya adalah:
1. Mendapatkan pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.
2. Mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.
3. Mendapatkan beasiswa yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.
4. Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.
5. Pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara.
6. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
Dan disamping hak-hak diatas peserta didik juga mempunyai kewajiban yaitu:
1. Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan kependidikan.
2. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itu adalah kewajiban yang telah lalu, pasalnya sekarangn dari pemerintah telah membuat program yang sering disebut dengan BOS atau Bantuan Operasional Sekolah yang sekarang dibagikan kepada setiap sekolahan dari sejak kelas satu SD / MI atau sederajat sampai ke kelas tiga SMP / sederajat berdasarkan jumlah dari siswa sekolahan tersebut.
Sedangkan warga Negara asing dapat menjadi peserta didik di Indonesia dengan catatan bisa menjalankan apa yang telah diatur dalam perundang-undangan Negara Indonesia yang berkaitan dengan pendidikan .
Dalam pembahasan peserta didik, ada dua fersi pendapat yang sangat bertentangan dalam penaruhan jabatannya yaitu antara menjadi objek dan menjadi subjek pendidikan.
Dalam Farsi Islam pendidik atau bisa kita sebut sebagai guru adalah sebagai subjek pendidikan yang haruslah aktif menanamkan nilai-nilai dan norma-norma kepada siswa supaya siswa atau sebagai objek pendidikan mampu menjadi manusia yang bermoral dan dapat menjadi manusia yang diharapkan oleh masyarakat secara umum’ tidak hanya berpengetahuan saja (dalam pendidikan ajaran islam, karena dalam islam tidak semua ajarannya adalah rasionalisme).
Dan dalam kontek barat siswa adalah sebagai subjek dalam dunia pendidikan, jadi seorang siswa dapat menentukan semuanya dari apa yang ia kehendaki dan menentukan arah masa depannya sendiri karena seorang guru-objek-hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing yang tidak berhak atas segala sesuatu dari siswa.
Dalam dunia pendidikan juga dibutuhkan kerja sama yang jika semua itu tidak terpenuhi, maka pendidikan juga tidak akan berjalan dengan tujuan semula. Keinginan, respon terhadap guru, accountable, kredibilitas, juga sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam film laskar pelangi dapatlah kita lihat ketika seorang murid baru yang bernama Flo datang dengan membawa buku satu kardus untuk mereka-laskar pelangi-sangatlah antusias menyambut Flo beserta buku-bukunya yang sebelumnya belum pernah mereka lihat. Flo merupakan pindahan dari SD yang paling terfavorit didaerah itu sekolah ke SD Muhammadiyah, dengan latar belakang keluarga kaya, semua kebutuhan tercukupi termasuk membeli majalah-majalah tentang okultisme yang disambut oleh Mahar karena sama-sama menyenangi dan percaya terhadap barang-barang ghaib yang dalam filmnya mereka mencari yang namanya Tuk Bayantula di pulau terpencil dan tidak berpenghuni yang dianggapnya paling sakti ditanah Belitong. Disamping doktrinisasi nilai-silai agama, mereka juga bebas berpendapat dan melakukan suatu hal yang mereka senangi semasa masih dalam tenggang kewajaran.



*****


Bab VIII
Pendidik.

Yang dimaksud pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan . Seorang pendidik yang ideal harus mempunyai beberapa syarat antara lain : (yang dimaksud subjek didik dibahasan ini adalah siswa):
1. Perhatian dan kesenangan pada subjek didik;
2. Kecakapan merangsang subjek didik untuk belajar dan mendorong untuk berfikir;
3. Simpati;
4. Kejujuran dan keadilan;
5. Sedia menyesuaikan diri dan memperhatikan orang lain;
6. Kegembiraan dan antusiasme;
7. Luas perhatian;
8. Adil dalam tindakan;
9. Menguasai diri;
10. Menguasai bahan ajar/ ilmu;
Dalam dunia pendidikan guru sebagai seorang pendidik selain diatur oleh undang-undang guru, juga diatur oleh kode etik. Alasan seorang guru itu diatur oleh kode etik karena seorang guru adalah jabatan yang mempunyai tugas yang sangat mulia dan membutuhkan suri tauladan. Seorang guru haruslah mengikuti perkembangan ilmu serta perkembangan kebutuhan pendidikan yang sangatlah dinamis.
Di Indonesia pendidikan seorang guru yang sudah mengajar dan demi mewujudkan seorang guru yang dapat dinamis dalam pengajarannya diadakan suatu program peningkatan daya mutu guru melalui, penataran, lokakarya, rapat kerja, seminar dan semacamnya, apalagi sekarang ada program seleksi guru. Jadi semua guru sekarang haruslah dinamis dalam mengikuti era pendidikan yang selalu berubah.
Tugas-tugas seorang pendidik amatlah banyak bukan hanya didalam kelas sehari-harinya akan tetapi langsung berhadapan dengan masyarakat. beberapa diantaranya saat tugas dalam kelas atau dalam proses belajar mengajar itu membutuhkan beberapa persiapan supaya tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik, adalah mempersiapkan perlengkapan, mengatur waktu dalam proses belajar, memilih alat yang sesuai, menilai hasil pelajaran. Maka biasanya guru-guru sebelum mengajar mereka membuat yang namanya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
Semua guru yang ada di Indonesia secara otomatis tergabung dalam organisasi keguruan yaitu PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang saling mendukung dan kerjasama demi terciptanya pendidikan yang lebih maju dan lebih baik, saling mengawasi berjalannya pendidikan dan kadang melakukan studi banding tapi semua itu biasanya hanya dilakukan guru-guru yang sudah menjadi PNS sedangkan guru yang masih honorer tidak begitu aktif atau tampak eksistensinya dalam organisasi ini.
Dalam film laskar pelangi walaupun organisasi guru tidak begitu disorot, Bu Muslimah dan Pak Harfan saling bekerja sama dalam memajukan pendidikan, dan saling menguatkan atau memberi motivasi disaat salah satunya ada yang semangatnya menurun, dan terutama pada pendidikannya laskar pelangi. Disaat Bu Muslimah tidak sanggup mengkondisikan laskar pelangi yang sedang asik main-main untuk masuk kedalam kelas pak Harfan langsung menggantikan tugas bu Muslimah dengan iming-iming pak Harfan akan bercerita tentang Nabi Nuh yang membuat sebuah kapal terbesar. Dan disaming itu Pak Harfan dan Bu Muslinah juga sangat tegar dalam mengahadapi apa yang terjadi pada SD Muhammadiyah apalagi setelah Bakhri meninggalkan SD Muhammadiyah dan pindah mengajar di SD lain, mereka berjuang dengan keras yang kemudian Pak Harfan juga meninggal. Hanya Bu Muslimah yang mengajar dan membimbing laskar pelangi tanpa upah sepeserpun dari sekolahan atau pemerintah yang hanya adalah bantuan berupa beras dari seorang teman dari Pak Harfan yang bernama Pak Zulkarnain.
Bisa kita bayangkan seorang guru wanita yang belum mempunyai seorang suami yang sama-sama membutuhkan uang untuk kebutuhan dirinya sehari-hari, tapi dia masih menyempatkan waktunya untuk mengajar dan mendidik laskar pelangi, bahkan saat SD Muhammadiyah akan mengikuti lomba cerdas cermat, seragam yang dikasihkan kepada lintang adalah baju yang dijahitnya sendiri dengan modalnya sendiri, karena hanya lintang yang sama sekali belum punya baju seragam.



*****


Bab IX
Alat, Isi dan Metode Pendidikan.

Alat Pendidikan
Alat pendidikan adalah hal yang tidak saja membuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi juga mewujudkan diri sebagai perbuatan atau situasi yang membantu pencapaian tujuan pendidikan .
Menurut Crow & Crow, yang dimaksud alat pendidikan meliputi:
a. Rencana pembelajaran.
Rencana pembelajaran ini sangatlah penting untuk terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien, mulai dari metode, sarana sampai dampak yang harus terjadi pada peserta didik setelah mengalami proses belajar mengajar harus jelas.
b. Tempat duduk anak.
c. Ruangan-ruangan kelas.

Sedangkan Abu achmadi membedakan alat pendidikan ini dalam beberapa kategori:
A. Alat Pendidikan Positif Dan Negatif
alat pendidikan positif dimaksudkan sebagai alat yang ditujukan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik. Misalnya, pujian agar anak mengulang pekerjaan yang menurut ukuran adalah baik. Alat pendidikan negative dimaksudkan aga anak tidak mengerjakan sesuatu yang buruk. Misalnya, larangan atau hukuman agar anak tidak mengulangi perbuatan yangmenurut ukuran norma adalah buruk.

B. Alat Pendidikan Preventif Dan Korektif
Alat pendidikan preventif merupakan alat untuk mencegah anak mengerjakan sesuatu yang tidak baik. Misalnya, peringatan atau larangan.
Alat pendidikan korektif adalah alat untuk memperbaiki kesalahan atau kekeliruan yang telah dilakukan peserta didik. Misalnya hukuman.

C. Alat Pendidikan Yang Menyenangkan Dan Tidak Menyenangkan
Alat yang menyenangkan merupakan alat yang digunakan agar peserta didik menjadi senang. Misalnya dengan hadiah atau ganjaran.
Alat pendidikan yang tidak menyenangkan dimaksudkan sebagai alat yang dapat membuat peserta didik merasa tidak senang. Misalnya dengan hukuman atau celaan.
Itulah salah satu alat pendidikan yang secara umum dan sekarang alat pendidikan yang secara khusus lebih diperjelaskan lagi, diantaranya adalah : pertama, bahasa. Karena bahasa adalah alat yang sangat penting untuk menyampaikan pendidikan, dan selain itu juga, bahasa adalah sebagai alat dalam pergaulan sehari-hari. Kedua, tindakan, tindakan ini bias berupa perintah atau larangan dan bisa berupa hadiah atau hukuman, dan tak lupa adalah tauladan dari seorang pendidik kepada peserta didik. Ketiga, benda-benda konkrit, yang dimaksud dalam benda konkrit adalah benda-benda yang dapat dipakai untuk peraga dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar peserta didik. Dalam benda konkrit ini peserta didik juga bias langsung diajak melihat langsung di alam tenytang apa yang berhubungann denagn materi yang sedang diajarkan. Keempat, situasi. Yang dimaksud situasi adalah, suasana keakraban hubungan antara anggota keluarga, dan bias juga ruangan kelas yang diatur sedemikian rupa agar peserta didik betah didalam ruangan.
Akan tetapi alat yang berupa benda konkrit, diantaranya adalah:
1. Papan tulis, bulletin board dan display. Dalam film laskar pelangi kita melihat pak Harfan menggambar sebuah kapal di papan tulis yang berwana hitam dan menulisnya menggunakan kapur tiulis. Seperti salah satu alat yang digunakan oleh laskar pelangi dalam belajar mengajar di ruangan kelas adalah papan tulis dan masih menggunakan kapur tulis sebagai alat tulis untuk menyampaikan meteri. Seperti saat Pak Harfan menggambar sebuah perahunya Nabi Nuh.
2. Gambar dan ilustrasi fotografi, adalah gambar yang tak diproyeksikan, terdapat dimana-mana baik dilingkungan anak-anak maupun orang dewasa yang mudah diperoleh dan ditunjukkan pada anak-anak.
3. Slide dan filmtrip.
4. film atau gambar hidup.
5. Rekaman pendidikan.
6. Radio pendidikan.
7. Televisi pendidikan.
8. Peta dan globe.
9. Model dan pameran sekolah.
10. Dramatisasi dan demontrasi
11. laptop
12. LCD.
13. dll.

Isi Pendidikan
Isi pendidikan berdasarkan aliran filsafat pendidikan scholastisisme
Isi pendidikan atau kurikulum harus mencakup agama dan humaniora sebagai pendidikan liberal atau pendidikan umum
Sedangkan pendidikan liberal terdiri atas
1. mata-mata pelajaran fundamental yang berhubungan denagn nilai-nilai kemanusiaan;
2. mata pelajaran yang instrumental yang berhubungan denagn pengembangan vokasional dan penunjang bagi mata pelajaran fundamental.
Isi pendidikan berdasarkan aliran filsafat pendidikan empirisme
Isi pendidikan harusmengarah pada pembentukan kepribadian atau watak melalui:
1. pendidikan jasmani;
2. pendidikan moral yang bertujuan pada pengembangan kemampuan pengendalian perasaan oleh akal pikiran sehat; dan
3. pendidikan intelektual yang bertujuan pada pengembangan kemampuan berpikir sehat.
Isi pendidikan/ kurikulum berdasarkan aliran filsafat pendidikan pragmatisme
 Kurikulum berisi pengalaman-pengalaman yang telah teruji secara minat-minat dan kebutuhan-kebutuhan anak.
 Pendidikan liberal yang menghilangkan pemisahan antara pendidikan umum dengan pendidikan praktis/ vokasional.
Berdasarkan aliran filsafat pendidikan neopositifisme
Dalam pelaksanaan proses pendidikan atau pengajaran harus memperhatikan dengan baik dari isi maupun metode-metode dalam pendidikan, demi terwujudnya pendidikan intelektual dan pendidikan moral tidak sampai ditinggalkan. Pendidikan inteletual mencakup: (1) pendidikan ilmu-ilmu kealaman dan sosial; (2) pendidikan tekhnologi.
Pendidikan ilmiah mencakup isi ilmu dan metode ilmiah. Disamping itu, pendidikan ilmiah mencakup pula: (1) pendidikan matematika, (2) pendidikan bahasa.
Pendidikan moral mengembangkan nilai-nilai kebajikan, antara lain:
 Sikap berusaha mencapai kesempurnaan diri
 Sikap adil
 Sikap jujur, tidak memihak
 Sikap mengakui kesamaan antara sesama manusia.
Sistem kurikulum yang ada di Negara kita sekarang ini adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang sebelumnya ialah KBK (kurikulum berbasis kompetensi) yang disamping menuntut peserta didik untuk aktif dalam mencari sumber pembelajaran sendiri. Gagasan menyempurnakan Kurikulum 1994 dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas dengan mendalami GBPP Kurikulum 1994. Hasilnya dipetakan dalam buku Potret Kurikulum 1994. Adapun yang dipetakan adalah 12 mata pelajaran SD, 15 mata pelajaran SMP, dan 20 mata pelajaran SMU.Secara garis besar hasilnya menunjukkan ada kelompok mata pelajaran berbasis materi dan kelompok mata pelajaran berbasis kemampuan. Hanya mata pelajaran bahasa (Indonesia dan Inggris) yang masuk kelompok berbasis kemampuan, sedangkan mata pelajaran lainnya berbasis materi.
Temuan ini merekomendasikan agar "Penyempurnaan Kurikulum 1994 dilakukan karena adanya perubahan fundamental dalam kehidupan masyarakat. Perubahan fundamental itu tidak dapat dilakukan dengan melipatgandakan cara-cara lama dan paradigma lama, tetapi harus dengan cara baru dan wawasan baru. Perubahan kurikulum dilakukan dengan mengidentifikasi basic competencies."
Dengan adanya basic competencies, materi pengajaran dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan siswa di masing-masing daerah [Pasal 46 Ayat (2) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional]. Selain itu, masing-masing daerah dapat mengembangkan materi pelajaran sesuai dengan kondisi lokal.
Mengingat kemampuan siswa dan tenaga pengajar di berbagai daerah bervariasi, maka perlu diperkenalkan materi pelajaran yang berdiferensiasi bukan pada basis kompetensinya. Basis kompetensi tercantun dalam tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jadi, isi mata pelajaran tidak bisa distandardisasi (?)
Membandingkan kegiatan uji publik Standar Isi Pendidikan dengan konsep perubahan fundamental Kurikulum Berbasis Kompetensi, dapat kita simpulkan bahwa kegiatan Badan Standar Nasional Pendidikan secara konsepsional ideologis diametral bertentangan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Akan tetapi saat penerapan kurikulum berbasis kompetensi memudahkan guru dalam mengajar karena tidak perlu menggunakan metode ceramah terus untuk melakukan transfer ilmu.


Metode pendidikan
Metode akan memudahkan seorang pendidika dalam menjalankan tugasnya untuk mendidik peserta didik dan Diantara metode dalam melaksanakan tugas itu, antara lain:
d. Metode ceramah dari kaum Sophist (Protagoras, Hippias. Dan sebagainya), yang digunakan untuk mengajar orang agar fasih berbicara, yang prosedurnya terdiri atas beberapa tahap, dan pertama murid menghafal definisi-definisi, klasifikasi, dan aturan-aturan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran; tahap kedua guru akan menganalisis model-model untuk ditiru oleh seorang penceramah; ketiga murid akan menggunakan aturan-aturan dan meniru model dalam latihan demontrasi dan komponen tentang tema-tema hipotesis.
e. Metode Dialektik dari Socrates, yang digunakan untuk mengajar orang dalam memperoleh pengetahuan yang benar, melalui tiga tahap, yang terdiri atas: pertama opini, individu terus ditanya sehingga tidak dapat memberikan alasan-alasan yang tepat atas pengetahuan yang diduga; kedua, Analitis, individu dibimbing untuk menyadari bahwa ia tidak mengetahui apa yang ia sangka diketahui, dan menyebabkan terjadinya kontradiksi dan suatu keadaan mental dalam suatu keraguan; ketiga, sintesis, individu secara berangsur-angsur membentuk pengetahuan yang benar.
f. Metode Scholatisime dipelopori oleh Abelard. Metode ini mencakup banyak metode yaitu metode dialektik, ceramah, debat, observasi. Dan dalam bukunya yang berjudul Sic et Non (ya atau tidak) dia membuat dalm jumlah besar pertanyaan-pertanyaan mengenai trinitas, penebusan dosa, sakramen-sakramen dan topik etika.
g. Metode pengamatan alami atau langsung terhadap dunia, dari Comenius. Metode ini bertujuan mengajar semua orang tentang segala sesuatu yamg tergelar dalam dunia, agar berpengetahuan, bijak, dan saleh.
Hal-hal penting yang sangat diperhatikan oleh Comenius adalah perlunya pemahaman emosi dan kemauan, serta latihan fungsi-fungsi khusus dalam proses pendidikan, disamping imajinasi danmenghafal.
h. Metode pemecahan masalah dari Dewey yang mengartikan pendidikan adalah hidup, pertumbuhan, suatu kontruksi terus-menerus dari pengalaman yang terakumulasi, dan suatu proses sosial. Adapun langkah-langkahnya terdiri atas:
● Penyadaran masalah,
● Perumusan masalah,
● Pengumpulan data,
● Penyusunan hipotesis, dan
● Pembuktian.

Sedangkan seorang tokoh yang bernama Kilpatrick mengembangkan pemikiran dari Dewey dalam bentuk metode proyek. Istilah proyek telah dipakai dalm bidang latihan kerja tangan pada awal 1920 dan menunujuk pada setiap masalah praktis yang melibatkan penggunaan fisik untuk menghasilkan suatu produk. Metode proyek Kilpatrick tidak hanya sekadar sebuah tekhnik canggih, tetapi merupakan sebuah filsafat pendidikan yang diterjemahkan dalam sebuah metode. Metode proyek ini memadukan tiga unsur dalam satu kesatuan konsep yaitu: (1) partisipasi sosial siswa dalam situasi belajar, (2) penggunaan penuh prinsip-prinsip psikologi tentang belajar, (3) masuknya unsur etika dan rasa tanggung jawab .
Para laskar pelangi menerapkan beberapa metode diantaranya adalah metode pengamatan alami yakni belajar dialam secara langsung, terbukti bahwa nama laskar pelangi pertama kali terucap oleh Bu Muslimah adalah saat mereka belajar di alam langsung dan sedang melihat indahnya pelangi. mereka juga memberikan suatu tips untuk kita semua dipenghujung kisah mereka dalam filmnya yaitu tips untuk lebih mudah menghafal dengan cara melagukan apa yang akan dihafal dan dalam filmnya yang dilagukan adalah rukun iman. Selain itu Lintang sebagai seorang Einstein kecil selalu memberikan cara-cara untuk lebih mudah mengahafal selain melagukan adalah mengingat tanggal pada pelajaran sejarah dengan mengaitkan hal-hal penting yang berhubungan dengan tanggal tersebut, dan kebetulan waktu itu mereka belajar sendiri diwaktu masa berkabung setelah meninggalnya Pak Harfan dan kebetulan saat itu mereka membahas peristiwa rengas dengklok, Ir. Soekarno diasingkan oleh para pemuda yang sedang selisih paham dengan kaum tua.



*****


Bab X
Lingkungan Pendidikan.

Lingkungan pendidikan adalah lingkungan yang meliputi terjadinya proses pendidikan. Lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
1. Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak, karena sebagian besar kehidupan anak berada ditengah-tengah keluarga. Untuk mengoptimalkan kemampuan dan kepribadian anak, orang tua harus menumbuhkan suaasna edukatif di lingkungan keluarga sedini mungkin. Suasana edukatif yang dimaksud adalah orang tua yang mampu menciptakan pola hidup dan tata pergaulan dalam keluarga dengan baik sejak anan dalam kandungan.
Begitu pentingnya pendidikan anak dalam keluarga, sehingga orang tua harus menyadari tanggungjawab terhadap anaknya. Tanggungjawab yang yang harus dilakukan orang tua antara lain:
a. Memelihara dan membesarkannya.
tanggung jawab ini merupakan dorongan alami yang harus dilaksanakan, karena anak memerlukan makan, minum, dan perawatan agar ia dapat hidup secaa berkelanjutan.
b. Melindungi dan menjamin kesehatannya.
Orang tua bertanggungjawab kesehatan anak baik jasmani maupun rohani dari berbagai penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
c. Mendidik dengan berbagai ilmu.
Orang tua perlu membekali anaknya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anaknya kelak, sehingga pada masa dewsanya mampu mandiri dan bermanfaat bagi kehidupan sosial, bangsa, dan agamanya.
d. Membahagiakan kehidupan anak.
Ada yang mengatakan kebahagiaan adalah kebahagiaan orang tua. Oleh sebab itu, orang tua harus senantiasa mengupayakan kebahagiaan anak dalam kapasitas pemenuhan kebutuhan sesuai dengan perkembangan usianya, yang diiringi dengan pendidikan agama dan akhlak yang baik.
Dalam memenuhi berbagai tanggungjawab itu, dalam konsep pendidikan modern, orang tua seyogianya bersikap demokratis terhadap anak. Artinya, orang tua mampu menciptakan suasana dialogis dengan anak, sehingga dapat menumbuhkan hubungan keluarga yang harmonis, saling menghormati, disiplin, tanggungjawab masing-masing. Suasana demikian akan sangat mendukung kepribadian anak, sehingga anak akan terbiasa dengan sikap yang baik dilingkungannya, baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

2. Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah lemabaga pendidikan yang secara resmi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara sistematis, berencana, sengaja, dan terarah, yang dilakukan pendidik yang professional, denagn program yang dituangkan kedalam kurikulum tertentu dan diikuti peserta didik pada setiap jenjang tertentu, mulai dari tingkat kanak-kanak (TK) sampai pendidikan tinggi (PT).
Sekolah melakukan pembinaan pendidikan kepada peserta didik yang didasarkan pada kepercayaan yang diberikan oleh keluarga dan masyarakat. Kondisi itu muncul karena keluarga dan masyarakat memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pendidikan. Tetapi, tanggungjawab pendidikan anak seutuhnya menjadi tanggungjawab orang tua. Sekolah hanya meneruskan dan mengembangkan pendidikan yang telah diperoleh di lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan informal yang telah dikenal anak sebelumnya.
Tanggungjawab sekolah sebagai penerus proses pendidikan dibagi dalam tiga kategori, yaitu:
a. Tanggungjawab formal. Sesuai dengan fungsinya, lembaga pendidikan bertugas untuk mencapai tujuan pendidikan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
b. Tanggungjawab keilmuan. Berdasarkan bentuk, isi, dan tujuan, serta jenjang pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masyarakat.
c. Tanggungjawab fungsional. Tanggungjawab yang diterima sebagai pengelola fungsional dalam melaksanakan pendidikan oleh para pendidik yang pelaksanaannya berdasarkan kurikulum.

3. Lingkungan Masyarakat
Secara umum masyarakat adalah sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan dan saling berinteraksi dengan sesame untuk mencapai tujuan. Anggota masyarakat terdiri dari berbagai ragam pendidikan, profesi, keahlian, suku, bangsa, kebudayaan, agama, maupun lapisan sosial sehingga menjadi mesyarakat yang majemuk. Secara tidak langsung, setiap anggota masyarakat telah mengadakan kerjasama dan saling mempengaruhi untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
Dalam konsep pendidikan, masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi. Baik-buruknya kualitas masyarakat ditentukan kualitas pendidikan anggotanya, sehingga semakin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan.
Dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut sebagai lingkungan pendidikan non-formal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis. Masyarakat menerima semua anggota yang beragam untuk diarahkan menjadi anggota yang sejalan dengan tujuan masyarakat itu sendiri yang berorientasi pada pencapaian kesejahteraan social, jasmani-rohani, dan juga mental-spiritual.
Pendidik di masyarakat adalah orang dewasa yang bertanggungjawab terhadap pendewasaan warga lainnya (baca: perangkat desa, tokoh) melalui sosialisasi lanjutan. Dasar pendidikannya diberikan oleh keluarga dan sekolah. Sedangkan masyarakat melanjutkan pendidikan dalam lingkup yang lebih luas, termasuk didalamnya pemahaman terhadap etika dan norma masyarakat tempat peserta didik bergaul dan berinteraksi. Melalui sosialisasi lanjutan, diharapkan masyarakat yang telah menjadi warga dapat melaksanakan fungsinya sebagai anggota masyarakat yang bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang banyak.
Sedangkan secara fungsional dan structural, mereka (perangkat desa dan tokoh masyarakat) bertanggungjawab terhadap perilaku warga dilingkungan masing-masing. Secara konsepsional, tanggungjawab pendidikan yang dibebankan kepada mereka berupa pengawasan, penyaluran, pembinaan, dan peningkatan kualitas anggotanya .
Dalam arti pembicaraan kali ini pengawasan adalah, tugas untuk mengawasi jalannya nilai-nilai sosial budaya, aturan sosial, dan aturan agama. Penyaluran merupakan tugas menyalurkan aspirasi dan keinginan masyarakat untuk dapat hidup bahagia dan sejahtera, aman, serta berintegrasi dengan kebijakan pemerintah. Sedangkan maksud pembinaan dan peningkatan kualitas adalah membina dan meningkatkan kualitas kehidupan warga dengan mengadakan kegiatan yang dapat menunjang terwujudnya keluarga bahagia dan sejahtera, seperti kegiatan PKK, karang taruna, koperasi, dan lain-lain.
Maka dari kesimpulan yang dapat kita peroleh bahwa untuk mewujudkan optimalnya kemampuan, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik, dibutuhkan lingkungan pendidikan yang mendukung. Artinya, lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat harus seimbang dan saling kerja sama dengan baik, sehingga tujuan pendidikan secara utuh dapat dicapai dengan optimal.
Dan dalam cerita laskar pelangi lingkungan keluarga sangatlah mendukung bagi para laskar pelangi kecuali Lintang yang hanya mendapat ijin dan support dari ayahnya dan tanpa pengawasan dari ayahnya karena ayahnya harus melaut untuk menghidupi semua keluarganya. Terlihat pada anggota laskar pelang sebut saja Ikal, orang tuanya memberikan pengertian dan dorongan baginya saat Ikal malas untuk sekolah dikarenakan Pak Harfan meninggal. Tampak pula pada lingkungan masyarakat bergotong-royong membawa kayu untuk menyangga bangunan sekolah yang sudah hampir rubuh.


*****


Bab XI
Pendidikan Sepanjang Hayat.

Seorang tokoh yang bernama Dave dalam bukunya yang berjudul lifelong Education and School Curriculum (1973) mencoba menggambarkan kerangka kerja teoretis dan operasional pendidikan seumur hidup dalam empat tahap, yaitu:
1. Deskripsi komponen hidup
2. Deskripsi aspek-aspek dalam perjalanan sepanjang hidup
3. Deskripsi pendidikan dan
4. Deskripsi sebuah sistem operasional pendidikan seumur hidup.
Sedangkan life (hidup) itu sendiri mempunyai tiga komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yaitu (1) individu, (2) masyarakat, dan (3) lingkungan fisik. Yang semua itu ada dalam proses perjalanan lifelong (seumur hidup) dalam perkembangan dan perubahan yang mencakup tiga komponen, yaitu:
a. Tahap-tahap perkembangan individu (masa balita, masa kanak-kanak, masa sekolah, masa remaja, dan masa dewasa).
b. Peranan-peranan sosial yang umum dan unik dalam kehidupan, yang berbeda-beda disetiap lingkungan hidup. Dan
c. Aspek-aspek perkembangan kepribadian (fisik, mental, social, dan emosional).
Drs. M. Noor Syam berpendapat tentang pendidikan seumur hidup. Pendapatnya adalah tertuang dalam tulisan dibawah ini:
Dalam kontek kali ini pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan bangsa dan watak bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komprehensif, yakni pendidikan kemampuan mental, piker (rasio, intelek), kepribadian manusia yang seutuhnya. Dan untuk membina kepribadian itu tidak membutuhkan waktu yang singkat melainkan waktu yang sangat panjang; bahkan waktu seumur hidup.
Konsepsi pendidikan seumur hidup(life long education) mulai di masyarakatkan setelah adanya kebijakan Negara (ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 atau ketetapan MPR No. IV/MPR/1978 tentang GBHN) yang menetapkan poin-poin dibawah ini antara lain:
Arah pembangunan jangka panjang.
“pembangunan nasional dilaksanakan didalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia”.
Dan dalam GBHN pada Bab IV menetapkan:
“pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah”.
Atas ketentuan-ketentuan yang mendasar diatas yang telah diatur oleh GBHN maka kebijakan Negara membuat prinsip-prinsip dibawah ini:
1. Pembangunan bangsa dan watak bangsa dimulai dengan pembangunan subjek manusia Indonesia seutuhnya, sebagai perwujudan pancasila.
2. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya secara khusus merupakan tanggungjawab lembaga dan usaha pendidikan nasional untuk mewujudkan melalui lembaga-lembaga pendidikan.
Asas pendidikan seumur hidup adalah sebagai berikut:
● Berlangsung seumur hidup, sehingga peranan subjek manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri sendiri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia.
● Lembaga pelaksana dan wahana pendidikan meliputi:
a. Dalam lingkungan rumah tangga (keluarga sebagai unit masyarakat pertama).
b. Dalam lingkungan sekolah (formal).
c. Dalam lingkungan masyarakat (non-formal).
● Lembaga penanggungjawab pendidikan mencakup kewajiban dan kerjasama ketiga lembaga yang wajar dalam kehidupan, yaitu:
a. Lembaga keluarga (orang tua).
b. Lembaga sekolah.
c. Lembaga masyarakat sebagai keseluruhan tata kehidupan dalam Negara baik perseorangan maupun kolektif.
Dalam kontek bahasan kita kali ini, kita tidak berorientasi pada suatu faham eropah kontinental yang diajarkan oleh Prof. Dr. M. J. Langeveld yang mengajarkan adanya batas umur dan batas waktu pendidikan, misalnya: adanya batas-bawah antara 5 – 6 tahun dan batas-atas antara 18 – 25 tahun yang dianggap sebagai tingkat kedewasaan (kematangan) pribadi. Dengan kebijakan tanpa batas-umur dan batas waktu seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai tripusat pendidikan, mendorong supaya setiap pribadi sebagai subjek yang bertanggungjawab atas pendidikan diri-sendiri menyadari, bahwa:
1. Proses dan waktu pendidikan berlangsung seumur hidup sejak dalam kandungan hingga manusia meninggal. Asa ini berarti memberikan tanggung jawab pedagogis-psikologis kepada orang tua, lebih-lebih ibi yang mengandung untuk membina kandungannya secara psiko-fisis yang ideal.
2. Bahwa untuk belajar, tiada batas waktu; artinya tidak ada istilah terlambat atau terlalu dini untuk belajar.
3. Bahwa belajar atau mendidik diri-sendiri adalah proses alamiah sebagai bagian integral atau merupakan totalitas kehidupan.
Jadi, manusia belajar atau mendidik ini, bukanlah sebagai persiapan (bekal) bagi kehidupan (yang akann dating dalam masyarakat), melainkan pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Prinsip pendidikan demikian, memberikan makna bahwa pendidikan adalah tanggungjawab manusia sebagai subjek atas diri-sendiri-lebih-lebih yang sudah dewasa-supaya meningkat terus-menerus, yakni mandiri secara social, ekonomis, psikologi, dan etis. Sifat dan derajat inilah yang dimaksud dengan kedewasaan atau kematangan kepribadian.
Nabi Muhammad juga menerangkan dalam hadistnya yang mempunyai arti kurang lebih seperti ini “tuntutlah ilmu dari dalam kandungan sampai liang lahat”.
Pak Harfan telah melakukan semua itu, karena beliau telah mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk pendidikan walaupun tidak menerima gaji. Sebagai kepala sekolah, dia selalu mementingkan kepentingan sekolah daripada kepentingan pribadinya, dari seluruh hidupnya hanya untuk memperjuangkan bangunan sekolah yang sudah hampir rubuh itu beserta semua peserta didiknya, sampai-sampai dia meninggal di meja kerjanya dengan seragam kepala sekolah.


*****

Bab XII
Sistem Pendidikan Nasional

Sistem itu sendiri mempunyai arti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Salah satu tokoh yang bernama Zahara Idris (1987) mengemukakan, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsure-unsur sebagai sumber-sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil (product). Sedangkan menurut departemen pendidikan dan kebudayaan (1984/1985) setiap sistem mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yang pertama tujuan, fungsi-fungsi, komponen-komponen, interaksi, penggabungan yang menimbulkan jalinan perpaduan, proses transformasi, umpan balik untuk koreksi dan daerah batasan/ lingkungan.

Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan sustu usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Suatu usaha pendidikan mencakup tiga unsur pokok, yaitu:




Masukan usaha pendidikan adalah peserta didik dengan berbagai bakat dan minat. Dalam usaha proses pendidikan terkait dengan berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan banya lagi yang lainnya. Sedangkan keluaran atau hasil dapat meliputi hasil belajar (bias berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan) atau bias juuga berupa lulusan dari lembaga pendidikan (sekolah) tertentu.


Pengertian Pendidikan Nasional
Menurut Sunarya (1969), pendidikan nasional adalah suatu sistem pendidikan yang berdiri diatas landasan dan dijiwai oleh falsafah hidup suatu bangsa dan tujuannya bersifat mengabdi kepada kepentingan dan cita-cita nasional bangsa tersebut.
Departemen pendidikan dan kebudayaan (1976) mempunyai rumusan sendiri yaitu: bahwa pendidikan nasional ialah suatu usaha untuk membimbing para warga negara Indonesia menjadi pancasila, yang berpribadi, berdasarkan akan ketuhanan berkesadaran masyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar. Sedangkan dalam UU RI pengertiannya termaktub dalam UU No. 2 tahun 1989 tenatng sistem pendidikan nasional pada bab I pasal 2.

Pendidikan Nasional Sebagai Suatu Sistem
Berdasarkan Undang-undang republic Indonesia No. 2 tahun 1989, tentang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, mpengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
Sebagai suatu sistem, pendidikan Indonesia mempunyai tujuan yang jelas, seperti yang telah tercantum dalam pembahasan sebelumnya. Jadi, proses pelaksanaan pendidikan di Indonesia berdasarkan tujuan pendidikan nasional. Dan dalam lima tahun sekali biasanya diadakan penetapan oleh pemerintah (MPR) dan dijelaskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Zahar Idris (1987) mengemukakan bahwa “Pendidikan nasional sebagai sistem adalah karya manusia yang terdiri dari komponen-komponen yang mempunyai hubungan fungsional dalam rangka membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sesuai dengan tujuan nasional seperti tercantum dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945”. Sedangkan menurut Reja Mudyaharjo dan Waini Rasyidin mengemukakan pendidikan nasional adalah suatu sistem sosial dansalah satu sektor dalam keseluruhan kehidupan bangsa yang sedang membangun.
Ciri-ciri umum sistem terbuka:
a. Mengambil energi (masukan) dari lingkungan.
b. Mentransformasikan energi yang tersedia.
c. Memberi hasil kepada lingkungan.
d. Sistem merupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus menerus berlangsung.
e. Untuk dapat hidup terus (melewati proses entropi/kehancuran)
f. Masukan sistem tidak hanya bersifat materiil.
g. Dalam system terdapat keadaan statis dan keseimbangan intern yang dinamis.
h. Sistem bergerak menuju untuk melakukan peranan-peranan yang semakin berdeferensiasi.
i. Sistem dapat mencapai akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dan degan cara-cara pencapaian yang tidak sama.

Dan dalam kehidupan sehari-hari merupakan lingkungan pendidikan dan supra sistem dari sistem pendidikan yang bekerja bersama-sama dengan sistem lainnya (misalnya, ekonomi, politik, agama) dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, meliputi tujuh potensi kepribadian sikap dasar dan lima wawasan dasar seperti berikut:
1. Potensi manusia Indonesia secara integral meliputi panca indra yang sehat;piker dan daya penalaran; perasaan yang halus; etis dan estetis; karsa yang kuat dan tulus; daya cipta yang kaya/ kreativitas;amal dalam kehidupan; budi nurani yang luhur.
2. Sikap dasar yang menjadi subtansi utama dalam pembinaan manusia Indonesia, seperti: sikap hidup sehat; sikap hidup hemat; sikap hidup cermat;rajin; disiplin; berani dan berilmu; tanggungjawab.
3. Wawasan dasar manusia Indonesia yang seutuhnya, untuk mempertimbangkan dan menetapkan sikap dan keputusan serta tindakan. Wawasan dasar ini meliputi:
a. Wawasan yang seimbang antara potensi, kebutuhan dan nilai jasmani dengan rohani dalam kepribadian manusia.
b. Wawasan yang seimbang antara kehidupan individualisme dengan kemasyarakatan.
c. Wawasan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat dengan tata nilai religius yang diyakininya.
d. Wawasan kesejahteraan; sadar bahwa manusia sekarang adalah pewaris cita-cita pendahulunya dan Pembina masa depan.
e. Wawasan yang seimbang antara subjek manusia dan alam lingkungan hidup.



*****

















Lampiran I

lampiran I.
Tujuan pendidikan dikutip dari: Drs. Redja Mudyahardjo. Filsafat Ilmu Pendidikan Suatu Pengantar. Bandung. Remaja Rosdakarya. 2002. halm. 78
Ket.
Kurikuler : berkenaan dengan kurikulum
Insidental : kejadian yang tak direncanakan, bersifat satu kesempatan saja.




Penutup

Alhamdulillah, rasa syukur tak henti-hentinya saya haturkan kepada Allah yang berkat beliau-lah tulisan yang disamping sebagai tugas ini dan sebagai alat belajar anak adam ini dapat selesai dengan tanpa adanya halangan yang sangat berarti, walaupun ada tidak sampai begitu mengganggu kelancaran pembuatan tugas ini.
Ucapan terima kasih tak lupa juga kami haturkan kepada semua orang-orang yang membantu dalam kelancaran pembuatan tugas ini.
Jadi dengan selesainya tugas ini dapatlah kita simpulkan bahwa pendidikan itu tidak hanya terdiri dari seorang guru dan murid, akan tetapi juga terdiri dari beberapa aspek dan faktor-faktor yang kita bahas di atas dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri karena semua itu adalah suatu ikatan yang harus selalu melengkapi dan bekerja sama demi tujuan pendidikan.
Wassalam………
















Referensi

Crow &crow Saduran Bebas. Pengantar ilmu pendidikan edisi III. Rake Sarasin. Yogyakarta. 1990.
Hafizh, Muhammad Nur Abdul. Mendidik Anak Bersama Rasulullah.Jakarta: Al Bayan, 2000.
Ihsan, Fuad, H. Drs. Dasar-dasar Kependidikan komponen MKDK. Jakarta. Rineka Cipta. 1996.
Jan Hendrik Rapar. Pengantar filsafat. Kanisus. Yogyakarta. 2000.
Ngalim Purwanto. Ilmu pendidikan teoritis dan praktis. Bandung. Remaja Rosdakarya. 1994
Redja, Mudyahardjo, Drs. Filsafat ilmu pendidikan suatu pengantar. Remaja Rosdakarya. Bandung. 2002.
Suwarno, Wiji. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jogjakarta. Ar-Ruz. 2006
Tim Dosen FIP-IKIP Malang. Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan. Usaha Nasional. Surabaya. 2003.
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003
http://www.ppi-india.org/aspek pendidikan Tanggal 14 Oktober 2009 Jam 21.24 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/laskar_pelangi Tanggal 14 Oktober 2009 Jam 21.24 WIB

Kamis, 24 Desember 2009

kumpulan cerpen

Kesepakatan bawah pohon

Siang hari sang surya menampakkan kekuatannya sembari menusuk kulit ari semua insan bumi, tanpa memandang bulu. “Panas”, ungkap Ridho sembari mengusap dahinya yang berlumurkan oleh keringat, pertanda ungkapan keadaan siang hari ini yang sangat panas. Dari ketiga teman Ridho satu persatu melucuti dirinya dari tempat yang biasa dipakai nongkrong setiap harinya setelah kurang lebih satu jam berkumpul dan bercanda-canda. Walaupun tempatnya tidak begitu indah tapi mereka dapat menjadikannya sebagai tempat kedua setelah rumah mereka, sebagai perpisahan karena mereka semuanya akan menjalankan kewajibannya masing-masing dan mengejar cita-cita yaitu melanjutkan kuliyah, jadi mereka menyusun rencana agar pertemanan mereka tidakkan sirna oleh waktu dan tempat yang memisahkan dan sekarang mereka membuat kesepakatan untuk berkumpul hanya pada saat liburan dan mereka kembali pulang saja.
Ridho adalah seorang anak yang dari kecil hingga menginjak dewasa ini, dia dididik dan hidup dikalangan agamis. Ayah ustad, Ibu seorang yang terpandang di masyarakat karena ia menjabat sebagai ketua PKK di tempatnya, jadi semua tindakan dia selalu diperhatikan dan menjadi sorotan utama semua masyarakat dan dia menjadi tumpuan dari keluarganya yakni sebagai penerus keluarga karena dialah satu-satunya keturunan dari keluarga Surip.
Saat liburan pertama dari kuliyah mereka kembali pulang dan berkumpul seperti kesepakatan yang telah mereka sepakati sendiri, dan hari ini sungguh sangat berbeda dengan hari biasanya bagi seorang Ridho, dibawah teriknya sinar mentari yang terhalang oleh lelambaian daun nangka dan semilir angin kecil menambah sejuknya tempat itu, mereka berempat atau sahabat sejak kecil itu ngobrol seperti biasa dan saling bercerita dari pengalaman masing-masing, setelah lama berbicang-bincang tiba-tiba salah seorang dari mereka membuat suatu pertanyaan yang tak pernah disangka oleh Ridho,
“gimana dho kamu di tempat barumu sudah punya gebetan belum?” Tanya Anton, salah satu teman Ridho. Ridho pun langsung menatap ke Anton dengan mengerutkan kening pertanda rasa bingung untuk jawab apa.
“pastinya sudah dong, dia kan anak teladan” sesegera sahut Amin, sambil senyum menandakan ejekan sambil bercanda, karena dari mereka semua suka bercanda dan kadang mengejek satu sama lain.
Akhirnya Ridho punya kesempatan untuk menjawabnya disela-sela tawa dari semua temannya,dan dengan penuh santainya “gampang” sembari dia juga ikut tertawa. Padahal di hatinya bertanya-tanya, pacar?, kapan aku punya pacar dan apakah aku berani?.
Wah,,, gini saja, kalau kita besok liburan lagi dan punya kesempatan untuk pulang, kita bawa pasangan masing-masing, gimana?, solusi Anton.
“Dan jika tidak bisa membawa pasangan gimana?”, tanya Achmad.
Jawab Amin: ”Kita suruh aja untuk mentraktir kita semua dan pasangan kita”.
“Oke”, Sahut Anton dan Achmad dengan cepatnya.
Ridho pun tidak bisa berbicara apa-apa lagi, terpaksa dia juga harus meyetujuinya walaupun didalam hatinya merasakan beratnya hal tersebut. Terlintas dalam perasaannya, “oke, aku harus punya pacar”.
Hari-hari dijalani seperti biasanya hingga mendekati liburan, dia baru teringat sama kesepakatan dari teman-temannya untuk membawa pulang atau main bersama pasangannya, dan Ridho pun mulai berfikir dan saat merenung kadang dia dilewati dengan suatu perasaan yang tak tentu, disamping ada keinginan untuk memenuhi kesepakatan dari teman-temannya dan disisi lain dia merasa takut kepada agama dan orang tuanya karena sejak kecil dia diajarkan untuk selalu menjalankan syari’at agama islam dan dalam islam tidak pernah dibolehkan yang namanya pacaran dan malah sering, dia itu ingat kepada pesan ayahnya `jangan pernah sekali-kali pacaran jika kamu masih sayang terhadap agamamu`, pesan saat dia lulus dari MTs, yang merupakan siswa terbaik dari sekolahan tersebut.
Teringat pesan itu seoalah Ridho tidak berani benar terhadap yang namanya pacaran, apalagi dia sudah mendapat ilmu agama dari pondok selama tiga tahun, karena saat dia melanjutkan sekolah lagi yakni MA disuatu sekolah swasta dia sembari berdiam diri di suatu pondok salaf, yang selalu materi pengajiannya adalah ilmu-ilmu salaf (dulu) yang diasuh oleh kyai sepuh. Jadi pengajiannya ajarannya masih asli dengan apa yang ada di kitab dan tidak mencakup pergaulan anak muda saat ini, padahal sejak kelas tiga MTs dia sudah mempunyai yang namanya cinta pertama, tapi semua itu masih bertepuk sebelah tangan dan tak sanggup untuk mengungkapkannya karena dia merasa malu untuk mensosialisasikan perasaanya itu, dan perasaan itu berjalan dengan begitu saja, seolah terjadi keanehan dalam diri seorang Ridho yang dulunya sangat rajin dan tepat waktu, sekarang menjadi lelet (lambat dalam melaksanakan suatu pekerjaan) dan males. Dan terkadang merenung sendirian, ungkap dari semua orang yang menunjukkan kekecewaan terhadap Ridho, hingga ada seseorang yang menanyakan hal tersebut ke Ridho, “kenapa bisa menjadi seperti itu?”. Dan Ridho pun dengan cepatnya membuang perasaan cinta pertamanya tadi jauh-jauh supaya kembali menjadi Ridho yang dahulu lagi.
Sewaktu dia teringat kesepakatan dai temannya dia mencoba untuk dekat dengan seorang cewek yang dia sukai dan saat sudah dekat dan ada kesempatan untuk ngobrol dia pun seolah-plah ada suatu rem yang secara otomatis mengerem mulut si Ridho untuk mengungkapkan perasaanya dan akhirnya dia hanya mampu berbicara seperti biasa dan seolah tak ada apa-apa didalam dirinya. Begitu seterusnya hingga sekarang dan entah sampai kapan lagi.
Akhirnya liburan datang dan mereka semua pulang termasuk Ridho, tepat jam sembilan pagi mereka berkumpul lagi di bawah pohon nangka yang dihiasi oleh batu besar tempat mereka duduk dari dulu hingga sekarang tidak berubah, tapi ada yang berubah yaitu jika dulu cuma ber-empat sekarang menjadi ber-enam yaitu tambah pasangan dari Anton dan Achmad. kesepakatan dari teman-teman terus berjalan dan ketika salah seoarang tidak membawa pasangan, berarti dia harus men-traktir teman-temannya yang lain tambah dengan pasangannya. Pada saat itu Ridho merasa sedikit lega karena bukan hanya dia sendiri yang belum mendapatkan pasangan tapi Amin juga belum, jadi masalah traktir masih ditanggung berdua sama Amin. Setelah berkumpul cukup lama dan saling Tanya mereka pun langsung diajak kesebuah warung bakso di sebelah selatan pohon nangka itu, didalam warung itu mereka bercanda kembali dan saling tanya kabar kuliyah masing-masing hingga tiba saatnya sampailah kesuatu bahasan yang merupakan kesepakatan dari keempat pemuda itu, dan mereka mengetahui yang belum mendapatkan seorang dara pujaan adalah Ridho dan Amin, Amin pun lansung menyambung pembicaraan tadi dengan cepat, dengan tujuan supaya Achmad dan Anton tidak terus-terus mengejeknya dan menanyainya tentang pacar yang saat ini masih pendekatan, yaitu pada seorang cewek teman kuliyahnya sendiri. ”santai saja aku masih dalam proses PDKT“, pertemuan hari itu diakhiri dengan makan di warung tadi dan mereka sekarang pulang, Ridho kembali bareng Amin yang kebetulan rumah Ridho disebelah rumahnya Amin, mereka tampak kecewa karena mereka tadi yang mengeluarkan uang untuk makan, tapi Ridho masih bisa tertawa karena ternyata tidak hanya dia yang belum mendapatkan pacar, dan masih mempunyai teman yaitu Amin.
Hari libur selesai dan mereka kembali lagi masuk kuliyah, tapi disela-sela aktifitas kuliyahnya Ridho masih dalam keadaan bingung antara menjalankan suatu kesepakatan dari teman-teman atau melanggar suatu aturan dalam Islam yakni agama yang sejak kecil dianut dan diyakininya. Begitu seterusnya hingga liburan dan kesempatan berkumpul berkali-kali. Dan setiap bertemu dengan ketiga temannya yang sekarang berbeda universitas itu dia hanya mampu bilang “santai saja aku masih dalam proses”, begitu dan begitu terus jawaban yang keluar dari mulutnya.
Terkadang dia saat melihat sepasang pemuda-pemudi yang sedang mengukir indahya cinta, yang dihiasi angin sepoi membelai mereka, timbul suatu gejolak dalam hatinya “kapan aku bisa kayak gitu?”. Tapi, sahut dalam hatinya lagi ”ingat pesan orang tua dan aturan agama!”. Hal seperti inilah yang membuat dirinya selalu belum bisa memutuskan antara untuk pacaran dan menikmati masa mudanya dengan itu, atau untuk berpegang teguh dengan agamanya yang bisa menjamin kebahagiaan akhirat kelak.
Hingga tiba pada suatu hari saat dia selesai kuliyah dan keluar ruangan dia dihampiri seorang temannya dulu yang dia kenal saat ospek dan memberikan selembar amplop yang berwarna merah muda semisal surat tapi dari seseorang yang dia tidak mengetahuinya, dan teman ceweknya tersebut juga tidak mau mengatakan dari siapa surat tersebut, amplop tersebut ukurannya tidak begitu besar hanya sekitar setengah ukuran dari buku tulis biasa, ternyata isi dari amplop tersebut adalah selembar kertas yang bertuliskan dengan tinta pena warna merah dan sama sekali belum pernah diduga dan terbayangkan oleh perasaan Ridho yang seperti itu,
“Duhai sang mentari, tunjukkanlah keperkasaanmu!
Bersama sesekali angin yang membelah ombak lautan
Yang dihiasi oleh awan-awan yang beterbangan rendah
Menyapa, dan menyapa
Semua insan yang sedang dilanda gelora cinta
Cinta….
Asmara….
Sayang….
itu semua bisa dirasakan
tapi sama sekali tak akan pernah bisa dilukiskan………”
Itulah salah satu puisi yang ada didalam suratnya bagai sang pujangga yang menggoreskan penanya, dan isinya semuanya melukiskan tentang perasaan cinta dan kasih sayang yang besar dan rasa harap, tertuliskan sebuah identitas dibawahnya yang sama sekali dia belum mengenalnya. Surat menyurat dia lakukan hingga beberapa kali lewat Feni (teman ceweknya tadi).
Ternyata setelah surat menyurat seperti pada masa dahulu berlangsung begitu lama, akhirnya dia mengetahui bahwa surat itu dari adik semesternya yang bernama Hanik dan sudah lama memerhatikan dia, yang lebih jelasnya maksud dari surat tadi adalah bahwa Hanik sang dara kesepian mengharapkan Ridho untuk menjadi pacarnya, “ kesempatan ne” desah perasaan Ridho sendiri, tapi seperti biasanya sang jomblo tulen yang sedang menjalani kisah hidupnya itu langsung mendapatkan teguran dari hati nuraninya sendiri.
Hingga tiba pada suatu saat dia dan hanik sepakat mengadakan pertemuan sebatas hanya pingin megetahui siapa sebenarnya hanik dan seperti apa hanik itu.
Pohon besar didepan kampus menjadi sasaran untuk menjalankan misi pertemuan tersebut, teriring sinar mentari yang agak malu dan redup karena sudah sore mengiringi langkah kaki Ridho menuju ke bawah pohon itu. Setibanya Ridho dibawah pohon tersebut dia tidak menjumpai seorang pun selain hanya tukang siomay yang selalu mangkal di bawah pohon itu, dia pun sudah hendak pulang. Waktu menunggu dia laksanakan dan menghabiskanya dengan membaca Koran pemilu yang baru saja dia peroleh dari sueb, seorang kenalan yang profesinya sebagai OB di kampusnya dan dia hendak pulang dari tugasnya, setelah merasa lama menunggu, tiada seorang teman pun yang menemaninya kecuali hanya satu bandel Koran dari pak sueb tadi, Ridho pun melihat ke-hp-nya dan di desktop nya menunjukkan jam 17:20 menit dia masih sendirian juga dan hanik pun belum menunjukkan dirinya, dari janji awalnya adalah jam 16:30 menit, merasa dia sudah menunggu lumayan lama Ridho pun memutuskannya untuk meninggalkan tempat tersebut dengan muka tertekuk menandakan rasa kesal dan sakit hati karena dia merasa sudah dipermainkan oleh seorang yang belum dikenalnya, merasa dia tidak pernah mempermainkan janji terhadap seseorang, dia pun merasakan betapa sakit hatinya yang merupakan pengalaman sakit hati yang pertama baginya akibat dari seorang cewek.
Walaupun dia sudah memaafkan orang yang telah mengerjai-nya namun dia belum bisa menghapuskan dan melupakan rasa sakit hatinya, dan sekarang Ridho menjadi seorang yang superhati-hati terhadap yang namanya membuat janji dengan cewek dan tak mudah percaya kepada orang lain lagi. Sejenak saat rasa sakit hati itu masih ada di hati, kesepakatan dari teman-temannyapun tidak terpikirkan lagi dan akhirnya dia membuat keputusan untuk berusaha melupakan tentang apa itu pacaran. Akibat dari kekecewaan dan rasa sakit hati tadi, dia merenungkan sejenak dan hampir setiap malam bangun dan shalat tahajud dan dia berdoa meminta terhadap tuhannya untuk memberikan yang terbaik bagi perjalanan hidupnya dan dalam perjalanan pencarian jati dirinya. Dan sekarang dia sudah bulat untuk membuat suatu keputusan bahwa dia tidak akan pacaran kecuali jika dia sudah menikah kelak) *(pacaran setelah nikah untuk meninggalkan maksiat).
Keputusan yang telah dia ambil dia jalankan dengan penuh tanggung jawab dan mencoba untuk konsisten terhadap apa yang telah menjadi keputusan dia, Ridho mengambil berbagai langkah untuk melupakan kesepakatan dari teman-temannya, melalui beberapa hal antara lain, dia sekarang menjadi aktif dalam beberapa organisasi kampus yang menjadikannya manusia supersibuk.
Kesibukan organisasi dan tugas-tugas kuliyah memang mampu menjadikannya lupa terhadap kesepakatan dari teman-temannya yang mengharuskan mempunyai pacar, kesibukan demi kesibukan dia jalani sebagai makanan sehari-hari hingga waktu semester pun usai dan kini tiba saatnya liburan akhir tahun, namun dia sudah memutuskan bahwa liburan ini dia tidak akan pulang bertemu dengan teman-temannya, akhirnya ketiga temannya Amin, Anton dan Achmad berkumpul hanya bertiga bertambah pasangan masing-masing, dibawah pohon nangka dan yang sudah menjadi markas mereka.
Ridho sekarang sudah membuat jadwal pulangnya yaitu jika ada libur tanggal merah saja dan liburan akhir tahun tidak pulang.
Liburan akhir tahun ini dia tidak pulang dan hanya cukup mengirim kabar kepada orang tuanya dan teman-temannya lewat sms saja dengan alasan dia sibuk dengan organisasinya di kampus, padahal aslinya didalam hatinya dia ingin menghindari dari teman-temannya yang menuntut untuk mempunyai pacar yang menurutnya tidak ada keuntungannya bagi kehidupan akhirat kelak. Begitu seterusnya.


Pertemuan di taman hening

Tamparan berkali-kali dari lelaki itu membuat tubuh sih terhuyung-huyung. Perempuan itu jatuh tertunduk di sudut kamar setelah pelepisnya terbentur ujung lemari kayu yang lancip. Darah menetes dari sana, juga dari bibirnya yang seakan pecah.
Ayo, pukul lagi, kas! Pukul lagi! Matikan aku! Matikan!
Suara itu menjelma raungan, tapi hanya mampu didengarnya dari bilik sanubari sendiri.
Kas mendengus. Cuping hidung lelaki tegap tegap itu membesar dan nafasnya terdengar begitu menderu. “perempuan bodoh!” teriaknya sekali lagi sebelum ia membanting pintu.
Sih sudah tidak punya air mata.kebisuan kembali merengkuhnya. Ia rasakan sekujur tubuhnya menggigil. Ada dingin yang menyengat-nyengat, lalu luka yang menyergap-nyergap.
“kita akan menikah, sih. Kau yang paling perempuan di jagad ini. Aku tak akan melepaskanmu!’
Dimata sih, semnyuman kas seprti itu lengkungan pelangi terbalik yang menghiasi cakrawala. Pendarnya menggetarkan pojok-pojok sunyi dalam galau diri sih.seperti juga kas, pada waktu itu sih tak pernah berfikir ada lelaki yang lebih sempurna , yang tuhan ciptakan selain kas. Kas hanya dapat dikalahkan oleh para nabi, bukan oleh manusia biasa. Apakah yang dimiliki kas? Ia mapan, keturunan baik-baik, berjiwa satria, tampan,pintar.lelaki macam mana lagi yang diperlukan seoarang perempuan selain yang sepperti itu?
“aku akan tetap menulis. Bukan untuk membantumu atau keuangan kita, tapi untuk diriku sendiri. dan kamu, mas.., adalah inspirasiku yang tak pernah habis,” katanya beberapa hari setelah menikah.
Kas mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, menggoda sih. Lesung pipitnya yang dalam tampak seketika. Lalu gemas ditekannya kedua pipi sih dengan kedua tangannya yang lebar dan kokoh. “kau boleh melakukan apa saja, cinta,” katanya bagai penyair pemula. “tahukah kau? Aku menikahimu karena engkaulah pengarangku. Lagi pula, kalau kau ingin bekerja yang lan, silakan. Aku bukanlah seorang sopir dan rumah ini bukan penjara yang akan mengurungmu.” Bisiknya kemudiaqn ditelinga sih.
Lima tahun. Lima tahun kas dan sih berumah tangga. Sih marasakan kebahagiaan bagai air terjun yang menyerbu-nyerbu dirinya. Ia mengenali pelangi semesta yang sama, yang dimiliki semua manusia, berpindah hanya memendari rumah mungil mereka.
Sih tak pernah berhenti mengarang, sesuatu yang ditekuninya jauh sebelum ia bertemu kas. Sementara kas masih pegawai negeri di kecamatan.
Maka hari berkejaran di halaman waktu tak ubah kanak-kanak berlarian di lapangan luas yang tak jauh dari rumah mereka. Dan saat mata sih melihat seorang anak terjatu, ia merasakan kembali keroak luka di batinnya.
Betapa jauh berbedanya kas kini dengan kas yang dikenalnya bertahun lalu. Ia tak boleh salah bicara didepan kas, tak boleh menunjukkan wajah yang murung bila tak ingin lelaki itu menghantamkam yang dulu selalu selalu dipakai membelai sih, ke sekujur tubuhnya bertubi-tubi.kadang tanpa alasan kas mencercau, mencela, mengeluarkan kalimat-kalimat kasar dan menggelegar yang menjadi sengatan-sengatan strum di batin perempuana itu.
Bicara atau tidak, tersenyum atau tidak dihadapan kas, menurut sih tak akan mengubah apapun. Kas sebenarnaya hampir pergi. Setapak lagi, ia akan pergi untuk selama-lamanya meninggalkan rumah mereka. Atau mungkinkah lelaki yang dicintainya akan mengusirnya? Sih mendengar gelegar tawa yang nyelekit itusaat usia pernikahan mereka genap lima tahun. Saat ia bertanya pada kas tentang perempuan itu. Ya, perempuan penari itu. Usai tertawa itulah secara tiba-tiba kas menjambak menjambak rambutnya hingga tubuhnya limbung beberapa saat. Kas meninju mulut sih hingga gigi depannya patah dua! Ketika itu hati sih berdetak. Ia akan kehilangan kas!
Apakah perempuan itu yang membuat kas berubah?
Perempuan penari itu munjul dihadapannya dengan wajah mengejek, seolah berkata: hei, suamimu yang mengejar-ngejar aku. Ia memohon cinta dan berlututdi kakiku. Apa yang telah kau lakukan hingga ia lari dari sisimu?
Ya, apakah? Mengapakah?
Sih kembali mengimgat-ingat. Mungkin ia melakukan sesuatu yang salah atau yang menyakitkan kas. Namun yang ia temukan hanya samudra cinta yang hampir menenggelamkan dirinyapada lara, lima tahun terakhir.
Kas berhubungan dengan perempuan penari yang ayu itu entah sejak kapan. Tetapi luka-luka cinta kian compang-camping dalam dirinya sejak lima bulan lalu saat kas hanya menyentuhnya dengan penuh kebencian.
Dan kini, salahkah bila ia menjalin hubungan dengan lelaki itu? Ya, lelaki dengan mata elang, yang selalu datang dan pamit dengan senyum berjuta kupu-kupu. Sih kerap merasa lelaki itumemiliki kemiripan yang banyak dengan kas.
Beberapa hari ini mereka selaluberjumpa di taman itu. Taman rahasia atau taman putih, begitu sih menyebutnya taman yang tak begitu jauh dari tempat tinggal kas dan sih. Disana memang sepi. Teramat hening malah. Disana juga putih. Sih sendiri juga tak mengerti mengapa taman itu seperti bersalju.tapi di sana penuh pepohonandan bunga-bunga sebagaimana seluruh taman di dunia ini.kupu-kupu, burung-burung kecil melayang-layang. Beberapa diantaranya hinggap di ranting pohon yang coklat atau hijau pekat.mereka menatap sih dan lelaki itu seakan mau atahu apa yang mereka perbincangkan dan lakukan di taman hening itu. Ada yang berdesir. Angina rindu di hati sri. Dan ia menikmati kerinduannya pada lelaki itu.
Sebelumnya sebelum pada Gusti Allah, sih hanya mau bercerita pada bunga, serangga dan burung-burung kecil di sana. Lalu lelaki itu hadir. Ah, ia rindu untuk menimang bayi. Banyak atau satupun tak apa. Sih terkesiap saat menyadari boleh jadi kas berpaling karena kerinduan yang mendesk terhadap kehadiran seorang anak. Seorang anak yang hingga kini belum mampu diberikannya.
“seorang perempuan dihargai karena banyak hal yang membuatnya hadir secara berarti dalam sebuah pentas bernama kehidupan, sih. Ketiadaan seorang anak tak lantas membuatmu menjadi tak berarti,” kata lelaki itu padanya.
Sih memandang lelaki itu dan menikmati setiap ucapannya yang semilir. Ah, andai saja kas yang berucap demikian. Bukankah kas dulu pernah mengatakan hal yang hampir mirip?
“sih…,”tangan lelaki itu menyentuh. Sih ingin menggeser duduknya sedikit, tapi ia tak mampu. Burung-burung bercicit ramai di atas dahan-dahan pohon besar yang menaungi sih dan lelaki itu. Bangku putih menyaksi. Lelaki itu mencium keningnya.
Aku berkhianat, bisik sih. Tidak. Ya, aku berkhianat. Aku telah mencintai lelaki itu. Kau memang mencintainya, dia mencintaimu. Suamimu kasar, suka menganiaya. Suamimu selingkuh? Ya, di depan matamu. Jadi, kau dan lelaki itu. Aku dan lelaki itu. Ia seperti kas. Ia bukan kas. ia kas.
“aku menulis puisi untukmu, sih,” suara lelaki itu terdengar lagi.
“puisi?” lirih sih.
Ia jadi ingat puisi yang ditulisnya untuk kas. Puisi yang tak pernah sampai. Waku itu ia melipat kertasnya bagai pesawat mainan dan menerbangkannya. Sih baru ingin memungutnya, namun angina menerbangkan lagi bersama butiran pasir. Pasir-pasir menimbun kertas itu etengah hati dan tiba-tiba sih tak peduli.
“aku akan membacakannya untukmu,” suara lelaki itu lagi.
Dan sekonyong-konyong sih ingat bunyi puisi yang ditulisnya untuk kas:
Meranggas darahku meranggas. Dan bumi kering,langit pias. Laut kita mati. Tandus berkarib sunyi. Semesta gering mengantarku kembali padamu. Menyelusup pada sejuk alir darah, denyut nadi. Pada curahan keringatmu. Tapi laut kita sudah mati….
“bagaimana puisiku, sih? Sukakah engkau? Apakah suatu hari nanti aku akan jadi pengarang sepertimu? Bagaimana menurutmu?” lelaki itu tertawa, menampakkan gusinya yang merah sega. Mengapa ia seperti kas? Kas juga dulu ingin belajar menulis puisidan cerita……….
Sih merasa ada air hangat di matanya. Lalu air yang dingin menetes-netes membasahinya. Semakin deras.
“hujan,” suara lelaki itu.” Aku akan melindungimu dari hujan,” ia membuka jaketnya, membentangkannya ke tubuh sih. Sih mencium aroma tubuh yang sama dari lelakidan jaket itu. Seperti aroma yang telah menyatu dalam dirinya bertahun-tahun.
Aku akan melindungimu dari segala, juga dari suamimu, “ujar lelaki itu lag. “aku akan membawamu pergi, sih.”
“haruskah aku pergi?” gumam sih. Pergi berarti ia meninggalkan kas selamanya. Pergi artinya memberikesempatan pada penariitu untuk memiliki suami dan rumahnya. Untuk memiliki ranjang mereka.
“demi kau, demi kita,” bisik lelaki itu. “kau tak boleh bertahan dengan lelaki pemberang yang bisanya hanya memukulimu!” kali ini suara lembut itu meneras.
“aku ingin dilindungi. Aku ingin selalu dicintai…,aku ingin…”
“aku akan mencintaimu selamanya, seperti aku mencintai surga,” lelaki itu merengkuhnya. Mereka berjalan menuju pondok kayu di tengah taman hening.pondok yang dibangunlelaki itu dengan tangannya sendiri, untuk sih.
Dingin.
Dalam dekapan dan gelora diri, sih mengenali aroma itu. Ah,ia tak sanggup lagi untuk mengekalkan dusta. Air matanya merembes pada bantal di atas dipan. Sungguh, ia telah menciptakan sejuta lelaki di taman hening itu.sejuta lelaki yang semuanya entah mengapa adalah kas tapi tak sepenuhnya kas. Lelaki-lelaki itu mengatakan mencintainya seperti surga. Kas tak pernah berkata seperti itu.
Sih beristighfar. Perlahan dihapusnya sisa air mata yang ada. Dengan gemetar jari-jari kurusnya mulai bergerak di atas mesin tik. Kas tak akan pulang lagi mala mini. Dan sih, akan pergi ke tempat itu lagi. ke taman hening.


Helvi tana rosa (2001)